KABAR GALERI VIDEO EVENT

4 Bulan Di Rumah, Clara Gopa Berharap Dapat Kembali Ke Jakarta, Bosan Makan Tidur Terus

Sanjaya Ferryanto   | Selasa, 23 Juni 2020 08:40 WIB
4 Bulan Di Rumah, Clara Gopa Berharap Dapat Kembali Ke Jakarta, Bosan Makan Tidur Terus

Kapanlagi.com - Artis dangdut Clara Gopa berharap dapat segera kembali beraktivitas di Jakarta seperti semula. Personel Duo Semangka itu mengaku sudah bosan selama sekitar 4 bulan aktivitasnya di dunia entertainment harus vakum akibat wabah Corona.

"Saya sudah 4 bulan berada di Malang. Aktivitasnya ya olahraga, makan, tidur, main hp, kerja endorsan, itu saja setiap hari," katanya di Malang.

Kata Clara, semua pekerjaannya yang off air mengalami pembatalan dan penundaan dan kondisi seperti itu dialami hampir semua artis. Sehingga diharapkan kondisinya akan berlahan merangkak pulih, walaupun masih harus menjalani masa New Normal.

"Saat ini pemasukan hanya di endorse saja. Insya Allah bulan Agustus sudah ada tawaran off air untuk Pilkada, sudah ada tawaran di beberapa titik, di DP (down payment). Setelan corona selesai ingin cepet manggung, dapat uang gede, karena capek di rumah terus. Cuma makan tidur, bosen, makanya berharap banget," urainya.

 

1 dari 5 halaman

1. Syuting Dengan Dewi Perssik

Clara juga memiliki agenda syuting dengan Dewi Perssik yang belum lama ini intens berkomunikasi dengannya. Dewi Perssik juga dianggapnya sebagai saudara yang kerap memberikan saran dan masukan.

"Kebetulan Kak Dewi Perssik itu kan seperti kakak aku yang ngingeting. Pokoknya luar biasa dia. Makanya saat mau kembali ke Jakarta, aku bener-bener disuruh diet, harus turun kamu, harus kurus, gini-gini. Makanya aku termotivasi," katanya.

Seiring persiapan kembali ke Jakarta, Clara mengisi waktunya dengan berolahraga senam aerobik, fitnes dan lari-lari di kawasan dekat rumahnya. Setiap pagi dimanfaatkan berlari di Velodrom Kota Malang, dekat rumahnya.

Karena memang akibat libur panjang, berat tubuhnya sempat naik drastis, sehingga memang harus sedikit diturunkan. Beruntung dirinya termasuk orang yang mudah gemuk dan mudah juga menurukan berat tubuh.

"Waktu bulan Mei, setelah puasa itu nafsu makannya bener-bener naik banget. Berhubung mau balik ke Jakarta aku benar-bener ekstra olahraga, diet lagi," katanya.

2 dari 5 halaman

2. Ikuti Perkembangan

Awal Juli, Clara memutuskan akan kembali ke Jakarta setelah sebelumnya tertunda akibat persoalan teknis. Selain itu juga menunggu perkembangan kondisi dan perkembangan aktivitas di Ibu Kota memasui New Normal.

"Sebenarnya tanggal 13 kemarin sudah ada syuting di Global TV. Ternyata dibatalin, karena manajer aku belum yakin betul," katanya.

Clara mengaku mengalami kendala untuk pengurusan Surat Izin Keluar Masuk (SKIM) Jakarta akibat asistennya yang ber-KTP Sumatera Utara. Sehingga memang harus menyelesaikan persoalan tersebut lebih dahulu.

"Lebih susahnya bikin SIKM, okey aku KTP Malang bisa ya, cuma asisten aku dari Medan, kendalanya di situ. Kan nggak mungkin dia diturunin di tol, nanti diculik," katawa tertawa.

3 dari 5 halaman

3. Awal Datang Diminta Isolasi Mandiri

Awal Datang Diminta Isolasi Mandiri Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya
Clara Gopa awalnya pulang ke Malang bersama partnernya di Duo Semangka, bersama manajer dan asistennya. Mereka sempat didatangi oleh RW dan utusan Walikota Malang yang meminta untuk isolasi mandiri.

"Awalnya nggak pernah mikir kalau ribet, bakalan didatangi dari Pemkot. Ya sudah lah pulang saja, karena di grup keluargaku, kakak aku nyuruh pulang, nah aku nekad pulang," kisahnya.

"Nah aku bikin story kalau sedang di Malang, nggak lama, sekitar 3 hari di Malang ketua RW kompleks datang, Mbak Clara pulang ya, kok tahu ya. Sebenarnya diam=diam sih, ternyata kok tahu," sambungnya.

Sejumlah instansi datang termasuk perwakilan Waikota Malang yang membuatnya syok. Tetapi setelah dijelaskan, Clara kemudian diminta untuk menjalani isolasi mandiri.

"Aku terus terang datang tiga hari lalu, aku isolasi mandiri ikutin arahan pemerintah. Ya sudah Mbak Clara tolong ikutin arahan pemerintah tidak keluar 14 hari, apalagi saat itu lagi kenceng-kencengnya Covid-16," katanya.

4 dari 5 halaman

4. Ikut Sosialisasi

Karena peristiwa itu juga, Clara akhirnya memiliki kesempatan untuk ikut sosialisasi dan berbagi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Sejumlah hand sanitaizer, baju APD dan masker dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Aku banyak endorsan, hand sanitizer banyak sekali, waktu itu kan sulit dicari di pasaran. Itu dibagi-bagiin ke RW setempat, ke warga yang belum bisa membeli," jelasnya.

Dirinya juga sempat ikut kegiatan dengan membantu kosumsi bagi ojek oline yang saat itu sepi orderan. Kosumsi dan masker dibagikan di pinggir jalan, selagus berbagi takjil saat Ramadhan.

Clara sendiri mengaku selalu memakai masker dalam setiap aktivitas dan menghindari kerumunan banyak orang, termasuk setiap lari pagi di sekitar lapangan dekat rumahnya. Selama di Malang, Clara juga mengaku belum berani ke mal, walaupun beberapa sudah mulai beroperasi kembali.

"Belum berani ke mal, katanya sudah aman, tetapi masih sedikit takut. Jaga baiknya saja, nggak jalan-jalan dulu. Makanya kesel kadang melihat mayarakat yang tidak taat dengan aturan pemerintah," terannya.

5 dari 5 halaman

5. Ajak Masyarakat

New Normal tetapi kemudian kesurupan ramai-ramai ke mal tidak menggunakan masker atau pelindung diri yang memadai. Clara mengajak masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan, karena kalau tidak waspada bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Apalagi barang yang dihadapi sekarang ini tidak kasat mata yang dapat menyerang dan menular pada siapapun.

"Nggak mau kayak gitu, kesel sih kadang. Cuman gimana lagi, namanya orang Indonesia, kita juga ngerasaain, orangnya nggak takut-takut banget nggak kayak Luar Negeri," ungkapnya.

(kpl/dar/frs)

Reporter:  

Darmadi Sasongko