KABAR GALERI VIDEO EVENT

Aida Saskia Prank Bunuh Diri, Psikolog Sebut Kemungkinan Pansos

Guntur Merdekawan | Selasa, 10 Desember 2019 21:45 WIB
Aida Saskia Prank Bunuh Diri, Psikolog Sebut Kemungkinan Pansos

Kapanlagi.com - Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan secara live oleh Aida Saskia ternyata hanyalah prank belaka. Aksinya itu sontak menuai kritik besar-besaran dari netizen yang terlanjur salah sangka dan menghkhawatirkannya.

Bahkan, seorang psikolog klinis dan ahli kesehatan mental bernama Oriza Sativa juga turut berkomentar menanggapi insiden ini. Dari pandangannya, ada beberapa hal atau alasan kenapa Aida melakukan aksi yang tak terpuji itu.

"Kalau kita mengamati ada sebuah perilaku psikologi. Memahami perilaku itu terbentuk karena multi faktorial, sebabnya banyak. Dan setiap hal yang dilakukan ada sebab akibatnya. Itu dulu yang harus digarisbawahi," ungkap Oriza saat dihubungi Kapanlagi.com, Selasa malam (10/12/2019).

 

1 dari 2 halaman

1. Sayangkan Aksi Prank Bunuh Diri

Sayangkan Aksi Prank Bunuh Diri Aida Saskia coba bunuh diri / Credit: Instagram - aidasaskia.new
Oriza paham betul dengan fenomena ngeprank yang memang sedang begitu hits. Namun Ia menyayangkan keputusan Aida untuk memilih aksi percobaan bunuh diri seabagai bahan bercandaannya.

"Sebenarnya untuk melakukan prank, anak zaman sekarang memang sudah musim, jadi suatu fenomena. Cuma kenapa ngepranknya kok bunuh diri? Teorinya, suatu keberhasilan akan meningkatkan motivasi, orang yang melakukan suatu tindakan yang levelnya masih rendah adrenalin dia akan memacu dirinya melakukan hal-hal yang lebih berani dan nekat. Sekarang dikaitkan dengan prank yang mengerikan, yaitu percobaan bunuh diri," sambungnya.

2 dari 2 halaman

2. Dugaan Panjat Sosial

Dugaan Panjat Sosial Oriza Sativa / Credit: KapanLagi - Abbas Aditya
Segelintir orang menduga jika aksi yang dilakukan Aida sengaja untuk cari sensasi demi panjat sosial. Kemungkinan itu juga diamini oleh Oriza, karena menurutnya, setiap manusia pasti punya naluri dasar untuk ingin selalu diperhatikan, dalam bentuk apapun.

"Mengenai artis ini juga perlu kita amati secara pribadi. Sebelumnya saya minta maaf, tapi tidak menutup kemungkinan orang itu untuk panjat sosial. Mungkin. Kita nggak menuduh, tetapi secara psikologis, naluri dasar manusia itu ingin mencari perhatian. Pasti. Itulah kenapa kita butuh kasih sayang karena ingin perhatian. Ini yang sering disalahgunakan orang-orang untuk melakukan hal di luar batasnya. Seperti orang tersebut melakukan apapun demi dia tenar, demi cantik oplas di mana-mana, bicara apapun untuk menarik perhatian. Makanya ada yang dibilang ratu halu dan sebagainya. Sudah demikian nekat dan berniat untuk supaya dia lebih terkenal, lebih eksis di mata sosial. Itu tidak menutup kemungkinan lho," tuntasnya.

(kpl/abs/gtr)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑