KABAR GALERI VIDEO EVENT

Balas Dendam Dewi Perssik Kepada Sang Suami, Unggah Video Tidur Ngorok

Dhimas Nugraha | Rabu, 20 November 2019 23:15 WIB
Balas Dendam Dewi Perssik Kepada Sang Suami, Unggah Video Tidur Ngorok

Kapanlagi.com - Dewi Perssik menikah dengan Angga Wijaya pada 10 september 2017 lalu. Meski pernah diterpa kabar miring seputar rumah tangganya, nyatanya hubungan Depe dan Angga tetap harmonis.

Keharmonisan Depe dan Angga ini sering terlihat kali mereka unggah di media sosial. Kadang kala aksi-aksi kecil dari keduanya pun semakin menambah kemesraan mereka.

Seperti yang belum lama ini mereka lakukan. Pelantun tembang Indah Pada Waktunya ini menunggah video suaminya yang tengah tertidur pulas dan mendengkur di instagramnya.

"Rasain, nih dendam Nyi Ronggeng, hooo! @anggawijaya88," tulis Dewi Perssik.

 
 
 
View this post on Instagram

Rasain nih dendam nyi ronggeng hooo ???? @anggawijaya88

A post shared by Dewi Perssik Real (@dewiperssikreal) on Nov 19, 2019 at 12:41am PST

©instagram.com/dewiperssikreal

1 dari 2 halaman

1. Balas Dendam

Dewi Perssik mengunggah video tersebut memang sengaja untuk balas dendam kepada suaminya. Sebelumnya, Angga Wijaya juga mengunggah foto Dewi Perssik yang tengah tertidur pulas di dalam mobil dengan mulut sedikit terbuka.

"Selamat pagi! Semoga mimpi kalian seindah mentari, ya. Bae-bae itu bibir pada kering," tulis Angga Wijaya.

Unggahan tersebut pun kemudian dikomentari oleh Dewi Perssik. Tak terima, Dewi Perssik pun akhirnya balas dendam dengan mengunggah video tidur sang suami.

"Hoooo awas kau ya hapuss !!! Aku upload yg ngorok ya aa," balas Dewi Perssik.

2 dari 2 halaman

2.

Ungahan Dewi Perssik itu pun sontak ramai dengan komentar para netizen. Tak kecuali Inul Daratista. Dalam bahasa Jawa, Inul menuliskan jika Dewi Perssik cari perkara dengan mengerjai sang suami.

"Golek perkorooo arek ikiii, bojone di kerjain, sempelllll," tulis Inul Daratista dengan tambahan emoji tertawa.

Sejak diunggah satu haru yang lalu, video tersebut sudah ditonton lebih dari 400 ribu orang.

(kpl/dim)


Editor:  

Dhimas Nugraha

↑