KABAR GALERI VIDEO EVENT

Begini Beda Kemarahan Soimah dan Masidayu di Pentas DAA4

Dhefa Mauren Roos Mary | 21 November 2018, 07:19 WIB
Begini Beda Kemarahan Soimah dan Masidayu di Pentas DAA4

Kapanlagi.com - Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain pula belalangnya. Begitu kata peribahasa lama. Antara Masidayu dan Soimah berbeda pula gaya marahnya pada peserta Dangdut Academy Asia 4 (DAA4). Seperti apa beda gaya marah Masidayu pada Wani Kayrie dan kemarahan Soimah pada Nabila? Yuk kita paparkan di sini.

Tidak selamanya keinginan sama dengan kenyataan tampaknya begitu yang terjadi saat Masidayu menyaksikan penampilan Wani Kayrie. Dengan tegas dia mengungkapkan kekecewaannya pada Wani. "Improvisasi boleh saja. Tapi di lagu ini awak terlalu banyak menjerit," kata Mami, begitu dia sering disapa.

Aksi panggung Wani malam itu sebenarnya tak mengecewakan. Dengan lincah ia menari bersama dancer. Namun pendengaran Mami ternyata terusik dengan suara Wani yang lantang seperti seorang lady rocker.

Soimah dan Masidayu punya perbedaan saat marah di panggung DAA4 © KapanLagi.com/Agus ApriyantoSoimah dan Masidayu punya perbedaan saat marah di panggung DAA4 © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Komentator satu dan yang lain bersahut-sahutan menanggapi aksi panggung Wani. Soimah juga ikut menumpahkan amarah karena kecewa dengan penampilan Wani.

"Mami Masidayu wajar kecewa karena dia ingin peserta asal Malaysia tampil bagus. Saya juga marah saat Nabila tampil kurang maksimal saat result show group kemarin," ujar Soimah.

Microphone Masidayu kembali berbunyi. "Sebelum tampil awak rekam suara awak dan dengarkan ulang, sedap tak," katanya. Tak berapa lama berselang Masidayu walk out. Ia tak kembali lagi ke kursinya hingga show malam itu selesai.

Begitulah ekspresi yang ditunjukkan Masidayu. Sedikit berbeda dengan Soimah. Sama-sama marah namun yang satu tak sampai walk out. Kedua komentator ini sejatinya ingin yang terbaik untuk para peserta DAA4. Semoga Nabila dan Wani Kayrie dan juga semua peserta yang masih bertahan bisa memetik pelajaran dari dua peristiwa berbeda ini.

(Reporter: Edy Suherly)

(kpl/edy/ren)