7 Potret Terbaru Weni DA, Berjuang dengan Bipolar dan Sempat Lukai Tangan Sendiri

Senin, 05 April 2021 15:30
7 Potret Terbaru Weni DA, Berjuang dengan Bipolar dan Sempat Lukai Tangan Sendiri

Pada suatu acara di stasiun televisi, Weni mengaku kerap menyiksa dirinya dengan benda tajam. Ia melukai tangannya dengan semacam silet. Setelah melakukan hal tersebut, Weni merasa puas. 

Weni Wahyuni atau Weni DA adalah runner up kontes D'Academy Musim 3. Selain itu, Weni juga menjadi pemenang dari D'Academy Asia Musim 2. Meski memiliki segudang prestasi, wanita berusia 29 tahun ini rupanya sempat berkonsultasi dengan psikiater terkait suatu masalah dengan kesehatan mentalnya. Berikut adalah sederet foto terbaru dari Weni beserta beberpa fakta terkait perjuangannya menghadapi gangguan kesehatan mental.

Pada suatu acara di stasiun televisi, Weni mengaku kerap menyiksa dirinya dengan benda tajam. Ia melukai tangannya dengan semacam silet. Setelah melakukan hal tersebut, Weni merasa puas. 
Weni tak merasakan sakit sama sekali saat melakukan hal tersebut. Barulah pada saat keadaan sudah tenang, rasa sakit itu muncul.
Pada saat berdiskusi dengan psikiater, Weni berkata bahwa ia diharuskan untuk beristirahat dari lingkungan pekerjaan selama enam bulan. Namun menurutnya hal ini berat karena ia menjadi tulang punggung keluarga.
Weni juga pernah mengungkapkan bahwa dirinya bisa sedih tanpa sebab. Namun di lain waktu ia bisa tiba-tiba bahagia dan sangat bersemangat. Secara psikologis, gejala seperti ini menjadi salah satu dari gejala gangguan bipolar.
Menurut Weni, perubahan suasana hati yang drastis ini disebabkan beberapa hal semisal sedang memiliki masalah dengan orangtua dan rekannya. Bisa juga muncul ketika mendapat perlakuan tidak menyenangkan di tempat kerja.  
Pada Insta Story Weni di tahun lalu, ia menunggah video yang berisi permintaan maaf. Sambil berurai air mata, Weni meminta maaf kepada kepada teman-temannya yang ia anggap pernah merasa sakit hati atas perbuatannya.   
Wanita kelahiran Pontianak ini juga menambahkan bahwa sebenarnya ia mencintai dirinya sendiri. Ia berharap rekan serta sahabatnya yang ada di sekitarnya menerima kondisinya.