8 Potret Nursia Duta Provinsi Maluku Utara di LIDA 2021, Pernah Sampai Minum Air Hujan - Orangtua Makan Santan Mentah dan Nasi

Selasa, 13 April 2021 12:01
8 Potret Nursia Duta Provinsi Maluku Utara di LIDA 2021, Pernah Sampai Minum Air Hujan - Orangtua Makan Santan Mentah dan Nasi

Nursia berasal dari Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Provinsi Maluku Utara. Nursia adalah gadis kelahiran 2006 dan kini masih bersekolah di SMA Muhammadiyah II Pulau Morotai.

Nursia Samsudin merupakan salah satu dari tiga duta dari Provinsi Maluku Utara pada ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Nursia secara konsisten mendapat polling tertinggi pada babak Top 70 dan Top 56. Ternyata ada kisah haru di balik perjuangan Nursia di ajang LIDA 2021 ini. Saat disodorkan sebuah nasi kotak, Nurisia langsung berbicara banyak terkait kondisi keluarganya. KLovers, yuk langsung saja kita lihat kisah tentang Nursia dalam deretan foto di bawah.

Nursia berasal dari Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Provinsi Maluku Utara. Nursia adalah gadis kelahiran 2006 dan kini masih bersekolah di SMA Muhammadiyah II Pulau Morotai.
Setelah lolos audisi online, semua biaya keberangkatan Nursia ke Jakarta ditanggung sepenuhnya oleh pihak Indosiar. Pemerintah setempat juga mendukung terkait baju adat dan membantu biaya apabila ada keluarga yang akan mendampingi. 
Di babak Top 70, ia membawakan lagu Sumpah Benang Emas yang dipopulerkan oleh Elvi Sukaesih. Penampilannya berhasil memukau semua juri. Ia mendapat Standing Ovation (SO) dari semua juri. 
Pada babak Top 56, Nursia mengaku terinspirasi dengan sosok Lesti. Dengan mengikuti ajang LIDA 2021, ia ingin menaikkan martabat keluarganya.
Begitu disodorkan sebuah nasi kotak, ia teringat akan ibu dan bapaknya. Di kampung halamannya. Mengalami himpitan ekonomi, Nursia dan kedua orangtuanya hanya makan santan mentah dan nasi. Menurutnya nasi kotak adalah makanan yang sangat mewah. 
Saat pulang sekolah di siang hari, ia sering tidak makan. Ia juga seringkali hanya makan nasi putih dan bahkan untuk minum Nursia dan keluarga hanya mengandalkan air hujan saja. 
Ayahnya seorang petani singkong dan kacang. Sang ibu bekerja sebagai petani dan guru honorer. Nyatanya dari gaji kedua orangtuanya tersebut masih belum cukup untuk membiayai kebutuhan pokok mereka sehari-hari.
Rupanya kesehatan sang ayah ayah juga sudah cukup mengkhawatirkan. Ayahnya seringkali batuk darah setelah kerja berat Ia hanya membelikan obat warung saja untuk mengobati sakit yang diderita ayahnya.