8 Potret Ratna, Duta Kalimantan Selatan di LIDA 2021 - Anak Nelayan yang Jago Berbahasa Arab, Selalu Dapat Polling Tertinggi!

Senin, 12 April 2021 11:30
8 Potret Ratna, Duta Kalimantan Selatan di LIDA 2021 - Anak Nelayan yang Jago Berbahasa Arab, Selalu Dapat Polling Tertinggi!

Dilansir dari Banjarmasin Post, Ratna sudah beberapa kali mengeluarkan single lagu daerah. Ia juga beberapa kali menjuarai ajang dangdut di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. 

Ratna Sari adalah salah satu wakil atau duta dari Provinsi Kalimantan Selatan pada ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Ratna yang merupakan putri dari seorang Nelayan ini berasal dari Kotabaru, Kalimantan Selatan. Wanita kelahiran 23 November 1996 ini berharap dengan mengikuti LIDA 2021 ia dapat merubah nasibnya menjadi semakin baik lagi. KLovers, langung saja yuk kita simak beberapa foto dan fakta terkait Ratna dalam deretan foto di bawah.

Dilansir dari Banjarmasin Post, Ratna sudah beberapa kali mengeluarkan single lagu daerah. Ia juga beberapa kali menjuarai ajang dangdut di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. 
Perjuangan Ratna di ajang LIDA 2021 ini mendapat dukungan dari Syairi Mukhlis, ketua DPRD Kotabaru Kalimantan Selatan. Ia mengajak seluruh masyarakat Kotabaru dapat mendukung dan mendoakan kesuksesan wakilnya pada ajang ini (via aphakabar.com).
Ratna yang pada babak audisi membawakan empat buah lagu ini nyatanya memang selalu mendapat dukungan penuh dari pendukungnya. Pada babak Top 70 dan Top 56 ia selalu mendapat polling tertinggi.
Potret Ratna bersama Selfi LIDA, idolanya. Ratna ternyata juga bisa berbahasa Arab. Pada babak Top 70, ia diajak berbicara dengan bahasa Arab dengan Nassar. Ia mengaku sudah belajar sejak duduk di bangku sekolah. 
Pada penampilan terbarunya di babak Top 56, Ratna membawakan lagu yang berjudul Mimpi Terindah ciptaan Choosy Pratama. Penampilannya berhasil memukau para juri. Ia mendapat 3 Standing Ovation (SO) dari total 4 juri. 
Ia bercerita bahwa sang ayah pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan saat melaut di perairan Masalembo. Kapal yang dinaiki ayahnya dan 5 orang rekannya saat itu tenggelam. Sang ayah terombang ambing selama empat hari di lautan. Mereka hanya berpegangan pada gabus (tempat penyimpanan ikan). 
Ratna yang saat itu masih duduk di bangku kelas 1 SMA kaget mendengar kabar tersebut. Kesehatan ibunya sampai langsung drop. Karena tak kunjung ada kabar, tetangga dan saudaranya sudah menyatakan sang ayah meninggal dunia dan menggelar tahlilan. 
Rupanya Tuhan masih memberi jatah umur pada mereka. Sang ayah dan rekannya saat itu ditemukan di Lamongan dalam kondisi yang lemah dan compang-camping. Mereka mendapat pertolongan dari penduduk setempat.