Sederet Kisah Perjuangan Soimah, Pernah Dibayar Rp 10 Ribu Saat Isi Acara Wayang Semalam Suntuk Hingga Didikan Keras Orang Tua untuk Mandiri

Jum'at, 09 Juli 2021 22:05
Sederet Kisah Perjuangan Soimah, Pernah Dibayar Rp 10 Ribu Saat Isi Acara Wayang Semalam Suntuk Hingga Didikan Keras Orang Tua untuk Mandiri

Kedua orang tuanya mendidik Soimah dengan keras. Ia harus bekerja untuk bisa makan, padahal kondisi ekonomi keluarganya saat itu tergolong cukup untuk sekedar membeli makan. 

Hampir sebagian besar masyarakat sudah mengenal sosok pesinden dan juga pedangdut Soimah Pancawati. Memiliki segudang pengalaman di bidang tarik suara membuat Soimah didaulat menjadi juri di ajang pencarian bakat Indosiar dan memiliki beberapa bisnis. Tak heran Soimah kini dijuluki sebagai Crazy Rich Bantul oleh sebagian netizen. Namun siapa sangka Soimah memiliki sederet kisah perjuangan saat merintis karir. KLovers, yuk kita intip sederet kisah perjuangan Soimah dalam meniti karir dalam artikel berikut ini ya.

Kedua orang tuanya mendidik Soimah dengan keras. Ia harus bekerja untuk bisa makan, padahal kondisi ekonomi keluarganya saat itu tergolong cukup untuk sekedar membeli makan. 
Ia sempat kesal pada kedua orangtuanya mengapa ia tidak diperlakukan seperti teman-temannya. Namun ia baru menyadari saat sang ibu meninggal dunia. "Oh ternyata yang dilakukan orang tua saat itu supaya saya mandiri," ujar Soimah dalam kanal YouTube Dodit Mulyanto.
Soimah yang lahir di Pati, Jawa Tengah memutuskan untuk merantau ke Yogyakarta pada tahun 1995. Saat itu ia baru saja lulus SMP. 
Memiliki minat di bidang seni daerah, Soimah melanjutkan sekolahnya di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) atau sekarang menjadi SMKN 1 Kasian Bantul.
Di sekolah tersebut ia belajar sinden secara serius. Ia mengaku mendapat banyak ilmu tendang sinden dan karawitan dari sekolah ini. 
Setelah lulus SMK, Soimah sempat berkuliah. Karena fokus pada karirnya, Soimah memutuskan untuk tak melanjutkan kuliahnya. 
Ia bekerja di salah satu pembawa acara program seni daerah di stasiun televisi lokal Yogyakarta. Soimah menerima bayaran pertamanya saat itu sebesar 50 ribu rupiah. 
Namun ibu dua anak ini juga mengaku bahwa ia pernah dibayar hanya 10 ribu rupiah saat jadi pengisi acara pagelaran wayang semalam suntuk. 
Soimah berpesan untuk generasi muda untuk jangan tanggung-tanggung apabila ingin mendalami seni. Apabila masih ada keraguan, lebih baik menekuni hal lain saja karena untuk berkesenian diperlukan tekad yang kuat.
Kini Soimah sudah bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini. Netizen memuji kepribadian Soimah yang tetap rendah hati dan sederhana meski hidup berkecukupan. 
Ada berita menarik lain lho, klik di sini ya ;)