KABAR GALERI VIDEO EVENT

Dewi Perssik - Dari Jual Sepatu, Dipenjara Hingga Bayaran 450 Juta

Guntur Merdekawan | Rabu, 30 Januari 2019 20:15 WIB
Dewi Perssik - Dari Jual Sepatu, Dipenjara Hingga Bayaran 450 Juta

Kapanlagi.com - Musik Dangdut yang dulu sering dipandang sebelah mata oleh publik, kini mulai berevolusi, jauh dari kesan 'ndeso' atau kampungan. Maka jangan heran jika banyak penyanyi pendatang baru yang memilih untuk jadi pedangdut ketimbang genre lainnya.

Meski banyak pedangdut baru berdatangan, namun di Indonesia sendiri ada beberapa nama senior yang hingga kini masih sukses mempertahankan popularitasnya, seperti salah satunya Dewi Perssik. Wajah dari wanita kelahiran Jember ini memang masih sering banget muncul di layar kaca, pun menghiasi headline media massa.

DePe, begitu Ia akrab disapa, tak bisa dipungkiri merupakan salah satu pedangdut tersukses produk asli Indonesia. Namun tahukah kalian jika sebelum mencapai titik suksesnya sekarang, wanita berusia 33 tahun itu juga mengalami proses perjuangan jatuh bangun yang cukup panjang.

1 dari 8 halaman

1. Jual Sepatu

Jual Sepatu © KapanLagi
Sejak kecil, DePe sudah bermimpi untuk jadi penyanyi terkenal Ibukota. Namun penggagas goyang gergaji itu sadar betul jika dirinya tak punya uang, bahkan untuk berangkat ke Jakarta. Keluarganya juga bukan dari kalangan orang kaya.

DePe lalu menabung sedikit demi sedikit, dari meyisihkan uang jajan hingga jualan sepatu. Setelah lulus SMA dan celengan sudah dirasa cukup gemuk, DePe pun memberanikan diri untuk berangkat mengejar impiannya di Jakarta.

"Waktu saya sampai di Jakarta, kan kebetulan nggak dapat restu dari orangtua, jadi satu sen pun nggak ada duit. Jadi uang yang waktu itu saya bawa 750 ribu dari uang saya jualan sepatu, dari SMP, SMA, tabungan saya. Dulu saya punya celengan itu besar sekali. Tabungannya 100, 200 rupiah. Dan celengan itu akhirnya sampai 700 ribu, tapi bayangkan uang-uang logam," kenang DePe dalam sebuah interview akhir 2018 lalu.

2 dari 8 halaman

2. Sempat Ngamen

Sempat Ngamen © KapanLagi
Setiba di Jakarta, perjuangan DePe yang sesungguhnya baru saja dimulai. Kala itu istri dari Angga Wijaya ini rela untuk menyewa kos-kosan yang harganya murah. Ia bahkan juga sempat ngamen demi bisa bertahan hidup.

"Kalau lihat zaman dulu prosesnya sempet ngamen, sempet tinggal di kos-kosan yang sebulannya 500 ribu. (Tembok) Dari triplek, jadi kalau kita ngomong udah nggak usah terlalu berisik, kena tok tok, 'Eh jangan berisik-berisik'. Masya Allah," sambungnya lagi.

3 dari 8 halaman

3. Manggung Nggak Dibayar

Manggung Nggak Dibayar © KapanLagi
Setelah beberapa waktu, DePe akhirnya menemukan manajer dan secara perlahan-lahan mulai dikenalkan ke dunia hiburan. Namun awalnya wanita bernama asli Dewi Murya Agung itu harus rela manggung tanpa bayaran loh!

"Pertama kali manggung, saya tuh nggak dibayar. Saya punya manajer namanya Pak Yogi, itu yang memberikan nama Dewi Perssik. Jadi kalau saya di mana-mana, nggak dibayar karena ngikut aja. Bajunya saya dipinjemin, dibeliin," ujar DePe.

 

4 dari 8 halaman

4. Sang Bintang

Sang Bintang © KapanLagi
Sekitar tahun 2005, DePe akhirnya dapat kontrak pertamanya untuk tampil di sebuah program bertajuk Sang Bintang. Kala itu, bayarannya memang masih belum wah, namun dari sanalah namanya mulai meroket.

"Sampai akhirnya saya dikontak salah satu stasiun televisi SCTV namanya Sang Bintang. Bayaran 500 ribu di Sang Bintag per episode. Sampai akhirnya saya dikontrak oleh Manoj Punjabi, MD.

5 dari 8 halaman

5. Dibayar Ratusan Juta

Dibayar Ratusan Juta © KapanLagi
Setelah sering muncul di layar kaca, bukan cuma popularitas DePe yang mulai menanjak, pun begitu dengan bayarannya. Selama 15 tahun berkarir, bayaran tertinggi DePe sekali nyanyi rupanya mencapai ratusan juta rupiah!

"Lalu saya dibayar 7,5 juta sekali manggung, itu setelah di Sang Bintang. Dari 7,5 naik 15, 20, 25, akhirnya ratusan juta. Alhamdulillah. Saat ini honor yang paling gede untuk nyanyi itu bisa 350 juta. Untuk saat ini ya. Waktu itu ketika nyanyi di Tahun Baru, karena memang double (bayarannya)," sambung DePe.

 

6 dari 8 halaman

6. Bayaran Akting 450 Juta!

Bayaran Akting 450 Juta! © KapanLagi
Tak cuma piawai dalam bernyanyi dan bergoyang di atas panggung, DePe juga memiliki bakat akting yang luar biasa. Setelah tampil di beberapa judul sinetron, akhirnya mantan istri Saipul Jamiel itu melebarkan sayap ke layar lebar. Tahun 2008 Ia memulai debut layar lebarnya dalam film horror TALI POCONG PERAWAN.

"Pertama akting sinetron Mimpi Manis, per episode 25 juta. Terus kan ada Mimpi Manis 2, naik jadi 30 juta per episode. Pertama kali aku film 150 juta, oleh Maxima Pictures. Paling mahal budget aku di film 450 juta. Sekarang masih segitu. Udah lah nggak usah naik-naik," tuturnya sambil tertawa.

7 dari 8 halaman

7. Kontroversi DePe

Kontroversi DePe © KapanLagi
Selama perjalanan karirnya, DePe juga sering terjerat kontroversi. Tahun 2005 kembennya sempat melorot ketika tampil di atas panggung. Setelahnya, ada kejadian (maaf) payudaranya dipegang oleh seorang yang tak dikenal.

Tahun 2007, DePe cerai dengan Saipul Jamiell setelah 2 tahun lamanya membangun biduk rumah tangga. Tak lama setelahnya, Ia menikah lagi untuk kedua kalinya bersama Aldi Taher. Pernikahan mereka hanya bertahan selama setahun. Setelah sekitar 8 tahun menjanda, akhirnya DePe menikah lagi untuk ketiga kalinya bersama road manajernya sendiri, Angga Wijaya.

DePe juga sempat dicekal oleh pemerintah daerah seperti Tangerang dan Bandung karena goyangannya dianggap terlalu vulgar. Ia juga pernah terlibat perseteruan panas dengan Julia Perez, lawan mainnya di film ARWAH GOYANG JUPE-DEPE. Mereka sempat terlibat cakar-cakaran hingga akhirnya dibui selama 3 bulan lamanya.

8 dari 8 halaman

8. Kunci Sukses

Naik turun yang telah dilalui DePe kini semua jadi kepingan cerita indah. Salah satu kunci kesuksesannya dalam bertahan di dunia hiburan adalah sifat pantang menyerah dan selalu mau belajar dari permasalahan yang pernah dihadapi.

Video by: ESGE ENTERTAINMENT

"Seberat apapun perjuangannya dan seterjal apapun cobaanya, DePe tak lantas menyerah begitu saja. Aku nggak pernah mengeluh dan selalu mau belajar atas permasalahan yang pernah terjadi dalam hidup aku. Jadi aku bukan tipe orang yang setiap ada masalah merasa benar, nggak. Tapi aku tipe orang yang kenapa ya bisa begini, terus aku harus bagaimana itu selalu jadi pemikiran aku sehingga aku bisa bertahan 15 tahun," pungkas DePe.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑