KABAR GALERI VIDEO EVENT
In Partnership with Indosiar

Didatangi Lewat Mimpi, Dewi Perssik Masih Rasakan Kehadiran Sang Ayah

Galuh Esti Nugraini | Selasa, 18 Juni 2019 21:25 WIB
Didatangi Lewat Mimpi, Dewi Perssik Masih Rasakan Kehadiran Sang Ayah

Kapanlagi.com - Kepergian sang ayah masih menyisakan duka bagi pedangdut Dewi Perssik. Sudah seminggu ini sang ayah telah tiada. Meski begitu wanita yang kerap disapa DePe ini rupanya masih susah untuk mengikhlaskan.

Bahkan ia pun merasa sang ayah masih ada. Tak dipungkiri butuh waktu untuk belajar ikhlas. Terlebih hubungan antara ayah dan anak ini begitu dekat.

"Iya tapi butuh waktu, jujur saya belajar ikhlas itu berat sekali. Sekarang ini saya masih merasa papi saya itu ada karena 7 harian saya pamit, sampai Jakarta pagi," ungkap Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (18/6).

1 dari 2 halaman

1. Sebuah Mimpi

Sang ayah, Mochammad Adil juga hadir dalam mimpinya. Hal tersebut ia ceritakan sambil terlihat kerinduan dari raut wajahnya. Ingin rasanya Dewi memeluk hangat sang ayah.

"Saya tidur di rumah, saya mimpi papi saya tidur di sebelah saya pakai baju koko gitu mau salat. Saya bangun tuh rindu saya tuh ya Allah. Saya tuh rindu setengah mati, saya pengin dipeluk. Walaupun ada kesedihan tapi juga ada rasa senang walaupun cuma dalam mimpi," cerita Depe.

2 dari 2 halaman

2. Tak Ada Penyemangat

Tak Ada Penyemangat Dewi Perssik masih rasakan kesedihan (credit: instagram.com/dewiperssikreal)
Sang ayah yang telah tiada ini selain membuat DePe bersedih, namun juga hilangnya semangat kerja. Setiap kali kerja, ayahnya pun selalu menontonnya dari televisi. Namun kini sudah tak ada lagi.

"Kemarin 7 harian saya pamitan ke kuburan papi, saya bilang 'pamit ya pi saya mau kerja' saya kerja itu itu sebenarnya malas, rasa semangat sudah berbeda dengan di saat ada papi. Biasanya kan orang nomor satu yang nonton saya papi saya di tv. Sekarang sudah enggak ada (nangis). Jadi sekarang ini memikirkan mami saya dan saudara yang lain yang masih membutuhkan saya," tutupnya.

(kpl/rhm/gen)


Reporter:  

Nuzulur Rakhmah

↑