KABAR GALERI VIDEO EVENT

Didi Kempot Mulai Karier Sebagai Pengamen Trotoar, Cerita di Balik Nama Panggungnya

Louvina Gita | Rabu, 24 Juli 2019 14:14 WIB
Didi Kempot Mulai Karier Sebagai Pengamen Trotoar, Cerita di Balik Nama Panggungnya

Kapanlagi.com - Kepopuleran Didi Kempot seakan tak pernah habis. Apalagi kini para anak muda generasi milenial banyak yang jadi fans beratnya. Para penggemar Didi itu kemudian menjuluki diri mereka sebagai Sad Bois dan Sad Gerls.

Memulai karier di tahun 1989, Didi mengaku sudah menulis sebanyak 800 lagu. "Yaaa mungkin ada 700 sampai 800 lagu kurang lebih segitu," tuturnya dalam vlog #NGOBAM Didi Kempot yang diunggah Goffar Halim (20/7).

Selama ini, Didi memang dikenal sebagai penyanyi campur sari yang khas dengan lagu-lagu berbahasa Jawanya. Ia bahkan dijuluki sebagai 'Godfather of Broken Heart' karena karyanya yang identik dengan kisah patah hati.

1 dari 2 halaman

1.

Sebagai anak dari seorang pelawak terkenal asal Solo, Ranto Edi Gudel atau yang lebih dikenal sebagai mbah Ranto, darah seni memang mengalir deras di tubuh Didi Kempot. Didi juga adik kandung dari salah satu pelawak Srimulat, Mamiek Prakoso.

Pemilik nama asli Didi Prasetyo ini lantas menceritakan apa maksud dari nama Kempot yang melekat padanya. Ternyata Kempot adalah sebuah singkatan, "Kelompok Penyanyi Trotoar."

"Sebelum saya bisa kenal rekaman saya ngamen dulu di Keprambon dulu pertama kali. Di Solo ada tempat warung lesehan nasi liwet, Keprambon, habis itu kita hijrah ke Jakarta coba-coba adu nasib. Ngumpul di Bundaran Slipi dulu, di situlah kita bentuk komunitas," sambung pria asal Solo itu.

2 dari 2 halaman

2.

Sudah tak muda lagi, Didi punya pengalaman sampai harus gunakan alat bantu pernapasan saat manggung di Kota Solo beberapa waktu lalu.

"Ya om Didi saat tampil di Solo kemarin mungkin karena usia sempat pakai Inhaler gitu, entah alat bantu pernafasan atau cuma untuk melegakan tenggorokannya. Kurang tau pasti juga sih, mungkin sih untuk melegakan tenggorokan om Didi," ucap Alan, crew Didi Kempot dalam acara Harlah ke-21 Partai PKB di kawasan Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, (23/7).

(kpl/lou)


Editor:  

Louvina Gita

↑