KABAR GALERI VIDEO EVENT

Ditahan Kembali, Ridho Rhoma Terancam Kehilangan Banyak Kontrak Pekerjaan

Dhimas Nugraha | Rabu, 10 Juli 2019 21:01 WIB
Ditahan Kembali, Ridho Rhoma Terancam Kehilangan Banyak Kontrak Pekerjaan

Kapanlagi.com - Vonis Ridho Rhoma terkait kasus penyalahgunaan obat terlarang ditambah menjadi satu tahun enam bulan. Mengingat sudah menjalankan hukuman selama sepuluh bulan dua puluh hari termasuk rehabilitasi, pedangdut tersebut bakal kembali ditahan selama kurang lebih delapan bulan.

Diungkap oleh Ahmad Kholidin dan Ismail Istara selaku tim kuasa hukum, Ridho Rhoma sudah siap ditahan. Secara mental bahkan sudah disiapkan oleh anak dari Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut.

"InshaAllah Ridho sudah siap (kembali ditahan) setelah mendengar nasihat-nasihat orangtuanya. Ini semua sudah takdir Allah, jadi Insha Allah Ridho sudah siap mental. Dari hari Senin kemarin juga sudah menyiapkan hal-hal yang akan dibawa dan hal-hal yang masih sempat dia selesaikan," kata Ahmad Kholidin saat menggelar jumpa pers di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

 

 

1 dari 2 halaman

1. Banyak Kontrak

Setelah bebas beberapa waktu lalu, Ridho Rhoma rupanya telah menandatangani banyak kontrak pekerjaan. Tidak hanya untuk urusan menyanyi, tapi juga syuting sinetron. Namun karena kembali terjerat kasus hukum, kontrak tersebut kemungkinan dibatalkan atau ditunda sampai kebebasannya.

"Sebenarnya Ridho ini sudah banyak kontrak kerja. Karena sebagai warga negara yang baik dan dia juga sebagai artis, kesehariannya sudah berjalan normal. Banyak kontrak-kontrak yang sudah dia tandatangani, yang pada akhirnya karena perkara ini naik lagi, mau tidak mau kontrak-kontrak ini mungkin dibatalkan atau mungkin di-pending. Tapi kalau memang yang waktunya sudah nggak mungkin, berarti dibatalkan. Kecuali buat sinetron itu di-pending," jelas Ahmad Kholidin.

2 dari 2 halaman

2. Mematikan Karir

Dengan melanjutkan hukuman, banyak asumsi bila karir Ridho Rhoma akan mati. Namun tim kuasa hukum tidak melihat ada indikasi tersebut.

"Pemikiran kita nggak sampai di situ. Yang pasti karena kita memang orang hukum, tahu perkara ini belum inkracht, jadi kalau ada putusan yang baru, ya itu haknya Mahkamah Agung ya," tutupnya.

(kpl/abs/dim)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑