KABAR GALERI VIDEO EVENT

Ketua MUI Bidang Fatwa Tegaskan Lesti dan Rizky Billar Tak Lakukan Pembohongan Publik, Begini Penjelasannya

Tantri Dwi Rahmawati   | Senin, 11 Oktober 2021 10:41 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa Tegaskan Lesti dan Rizky Billar Tak Lakukan Pembohongan Publik, Begini Penjelasannya
Lesti dan Rizky Billar © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Beberapa pekan belakangan ramai diberitakan bila pasangan Lesti dan Rizky Billar telah melakukan pembohongan publik. Sebagaimana diketahui, keduanya melangsungkan serangkaian acara pernikahan yang disiarkan live di stasiun televisi swasta pada Agustus lalu. Namun tak lama kemudian mereka mengakui sudah melaksanakan pernikahan secara siri beberapa bulan sebelumnya.

Pengakuan pernikahan siri membuat masyarakat merasa ditipu, terlebih saat ini Lesti sedang dalam kondisi hamil. Sampai-sampai ada seorang wanita bernama Mila Machmudah yang berniat melaporkan Leslar ke polisi karena dianggap sudah berbohong.

Saat ramai-ramai ini dikonfirmasikan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan bila Leslar tidak melakukan pembohongan. Karena pengulangan pernikahan atau tajdidun nikah untuk keperluan pencatatan negara merupakan hal yang wajar.

"Bila ada tajdidun nikah untuk kepentingan proses perolehan buku nikah, itu tidak menghapus keabsahan sebelumnya. Artinya begitu ada nikah siri, kemudian nikah lagi di hadapan PPN, itu bukan kebohongan publik. Jadi tidak ada isu sama sekali dalam konteks fiqih dan aturan Undang-Undang," kata Asrorun ditemui di kantornya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/10/2021).

1. Live di Televisi Bagian Dari Syiar

Akad untuk kedua kali yang dilaksanakan secara live di televisi pun bukan bermaksud untuk membohongi masyarakat. Lebih diartikan sebagai syiar bila Lesti dan Rizky Billar telah resmi menikah dan dicatat oleh negara.

"Nggak ada (pembohongan publik), itu justru menjadi bagian dari syiar. Pernikahan itu salah satu sunnah mensyiarkan, makanya ada anjuran untuk walimah, kepentingan berbagi kebahagiaan, mengabarkan bahwa saya sudah halal, sudah sah sebagai hubungan suami istri," lanjut Asrorun Ni'am Sholeh.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa ini mengatakan agar masyarakat tidak lagi menganggap bila pernikahan siri dilakukan untuk menutupi sesuatu. Ada kalanya terpaksa dilaksanakan karena beberapa alasan.

"Kadang orang mesimplifikasi bahwa nikah siri itu merupakan upaya untuk menyembunyikan, merupakan upaya untuk menghindari dari izin poligami sehingga menimbulkan kerentanan bagi perempuan. Fakta di lapangan, pernikahan siri tidak serta merta karena motivasi yang buruk seperti itu. Ada kalanya persoalan kesulitan akses untuk mengurus dokumen karena jauhnya lokasi," tandasnya.

Reporter:   Adi Abbas Nugroho