KABAR GALERI VIDEO EVENT

Kisah Manager Cita Citata yang Kaget Karir Artisnya Melesat Cepat

Mahardi Eka Putra | 04 Oktober 2017, 12:58 WIB
Kisah Manager Cita Citata yang Kaget Karir Artisnya Melesat Cepat

Kapanlagi.com - Penulis: Adi Abbas Nugroho

Cita Citata merupakan salah satu penyanyi dangdut yang karirnya melesat cepat bak roket di industri hiburan tanah air. Hanya dalam waktu tiga bulan sejak ditemukan pertama kali dan melempar beberapa single, sosoknya sudah bersanding dengan pedangdut papan atas.

Adalah pria bernama Bombom dan rekannya yang pertama kali menemukan sosok Cita saat sengaja melakukan pencarian bibit unggul untuk diorbitkan sebagai penyanyi dangdut. Uniknya, ketika ditemukan pemilik nama lahir Cita Rahayu itu bukanlah penyanyi dangdut, melainkan penyanyi beraliran jazz dan top forty yang menghidupi diri dengan mengisi acara dari hotel ke hotel semisal pernikahan atau launching sebuah produk.

Meski basic-nya bukan penyanyi dangdut yang identik dengan cengkok dan goyangan khas, namun Bombom melihat kualitas dalam diri Cita. Setelah melewati test vocal, tak berapa lama ia langsung rekaman beberapa single sekaligus seperti Kalimera Athena, Perawan Atau Janda dan Sakitnya Tuh Di Sini yang diedarkan medio Juli 2014.

"Saat itu kita emang lagi nyari penyanyi untuk bawain lagu kita, pas diajak untuk test vocal Cita menyediakan waktu dan ternyata cocok. Prosesnya cepat, nggak lama langsung take recording, released, tiga bulan single langsung meledak dan menurut kita itu fantastis. Dalam tiga bulan kita rilis banyak lagu, kebetulan dua lagu pertama nggak bisa dipromosiin secara konvensional dan yang dikenal akhirnya Sakitnya Tuh Di Sini yang langsung diterima masyarakat, popularitas naik dan menjadi artis sejajar di kelasnya," kata Bombom dalam wawancara eksklusif bersama Kapanlagi.com di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Bombom, manajer Cita Citata. Foto: Akrom SukaryaBombom, manajer Cita Citata. Foto: Akrom Sukarya

Pada awalnya tidak mudah bagi Cita untuk terbiasa menyanyi dangdut. Namun kualitas yang dilihat Bombom tidak salah karena dengan cepat artisnya itu mau belajar.

"Awalnya dia kaget ya. Tapi dangdut di Indonesia saat ini pada dasarnya tidak perlu cengkok dan karena berhasil adaptasi akhirnya dia bisa. Kategori kita waktu cari penyanyi bukan dilihat dari cantik, bahasanya good looking, karena kalau cantik itu relatif. Lalu yang kita butuhin semangat perjuangan dari artis itu. Istilahnya kalau kita ngedorong mobil mogok susah dong ya walau itu mobil Mercy. Kita butuh artis yang spirit bagus memperjuangkan mimpi dia dan itu yang kita temuin di Cita," ujar pria berkacamata ini.

Dalam tiga bulan karir Cita yang melesat cepat rupanya tidak didampingi persiapan matang sehingga saat itu Bombom sebagai manager turun tangan memegang banyak tugas. "Kita kaget karena proses dia melejit terlalu cepat. Jadinya saya sempet jadi supir juga, manager juga, asisten juga, wardrobe juga karena belum memiliki tim yang lengkap. Cuma make up aja yang nggak ikut karena nggak bisa. Memang pada dasarnya manager harus serba bisa. Belajar dari situ kita mulai membangun tim," lanjut dia.

Proses jatuh bangun telah Bombom dan Cita lewati. Kini keduanya tinggal mereguk buah perjuangan yang berliku serta melewati banyak rintangan dan berusaha mempertahankannya. "Saat sekarang apa yang mau Cita raih sudah tidak ada. Gimana untuk mempertahankan aja, karena roller coaster bergerak sangat kencang. Gimana dia yang mengendalikan sekarang. Karena jalur sudah dibuat, tinggal gimana dia jalan. Mempertahankan lebih sulit dibanding membangun," pungkas Bombom yang dari memanageri Cita berhasil membeli rumah mewah, mobil serta memiliki cukup tabungan. 

(kpl/abs/dka)

Reporter:   Adi Abbas Nugroho

Topik Terkait