KABAR GALERI VIDEO EVENT

Kronologi Adik Via Vallen Positif Covid-19, Tiap Hari Antar Jemput Pacar yang Kerja di Mall Surabaya - Sempat Ditolak Swab

Selasa, 26 Mei 2020 13:38 WIB
Kronologi Adik Via Vallen Positif Covid-19, Tiap Hari Antar Jemput Pacar yang Kerja di Mall Surabaya - Sempat Ditolak Swab

Kapanlagi.com - Lewat akun Instagramnya, Via Vallen menceritakan kronologi adik kandungnya ketahuan positif covid-19. Semuanya berawal dari adik bungsunya yang jatuh dan mimisan.

Khawatir karena kepala adikna terbentur, Via mengajaknya untuk periksa. Di situ, pedangdut asal Sidoarjo ini memutuskan untuk melakukan tes kesehatan sekeluarga sekalian dan ketahuan bahwa salah satu adiknya menderita pneumonia.

"Berawal dari Apin yg kepalanya kebentur lantai terus mimisan jadi aku bawa ke lab
Aku juga ngajak semua keluarga yang belum pernah check-up buat dicheck semua.
Nah hasil paru salah satu adekku ada #pneumonia, orangtua kuatir karena takut corona," tulis Via di laman Instagramnya, @viavallen.

 

1 dari 6 halaman

1. Setiap Hari Antar Jemput Pacar ke Mall

Setiap Hari Antar Jemput Pacar ke Mall © instagram.com/viavallen
Via pun menjelaskan kegiatan adiknya selama sebelum ketahuan positif covid-19. Ternyata, adik Via setiap hari mengantar jemput pacarnya yang bekerja di mall di Surabaya, namun ia tak menyebut nama mallnya.

"(FYI aktivitas adekku hampir setiap hari ke Surabaya anter jemput pacarnya kerja di Mall). Akhirnya aku tanya ke beberapa spesialis paru dan semuanya bilang gpp (itu gara-gara rokok bla bla bla). Adekku ini memang pernah sesek nafas jauhh sebelum adanya #corona. Tapi karena salah satu gejala corona adalah pneumonia, di rumah juga ada orang tua yang sakit. Jadi untuk memastikan semuanya beneran baik-baik ajaa, aku bawa dia rapid ke RS rujukan #covid19 dan hasilnya NON REAKTIVE," lanjut Via.

2 dari 6 halaman

2. Sempat Ditolak Tes Swab

Sempat Ditolak Tes Swab © instagram.com/viavallen
Meski hasilnya non reaktif, tetapi Via tetap khawatir. Sehingga ia ingin adiknya diperiksa lebih lanjut dengan swab, tetapi sempat ditolak karena hasil rapid dirasa sudah cukup.

"Aku tanya ada lagi tes buat mastiin corona ga? Kata beberapa suster di sana ada swab, tapi ini ga perlu karena rapidnya sudah akurat. 'Eman uangnya mbakk, swab mahal lohh dan hasilnya lama'. Karena aku pengen memastikan 100 persen dia baik-baik aja, ya aku maksa aja dia swab dengan ngejanjiin kalo hasilnya negatif aku kasih uang jajan karena sebenenya dia ga mau diswab. Akhirnya dia mau...Setelah menunggu 10 harii, ternyata hasilnya POSITIF," terang Via.

3 dari 6 halaman

3. Awalnya Via Tak Tahu Adiknya Positif

Awalnya Via Tak Tahu Adiknya Positif © instagram.com/viavallen
Setelah hasilnya keluar, Via dan keluarga tidak langsung tahu. Mereka justru mendengar dari tetangga yang mulai menyindir kalau ada keluarga yang kena covid-19.

"Dan dari dinkes ada yg lapor ke RT buat bantu ngawasin adekku (diluar sepengetahuan keluarga karena aku blm tau kalo adekku positif). Ga tau gimana ceritanya, tiba-tiba beritanya menyebar dan keluarga yang tinggal di rumah lamaku itu setiap kali ada yang lewat depan rumah pasti ada aja yang lewat sambil nyindir-nyindir. Karena adekku masih bolak balik rumah lama ke baruu, akhirnya ada yang lapor ke puskesmas dan akhirnya jadi rame nyamperin ke rumah, ada mobil puskesmas, satpol pp dan mobil polisinya juga. Akhirnya aku keluar buat ngadepin mereka dan memastikan kalo adekku ga akan keluar-keluar rumah lagi. Nah masalahnya, adekku ga percaya kalo terpapar, krn dia merasa sehat wal afiat dan seger bugar (OTG lah bahasa medisnya). Teruss aku di salah-salahin gara-gara maksain dia swab, karena waktu itu dia denger sendiri beberapa suster dan orang di RS tersebut udah bilang GAK PERLU SWAB!" tulis Via.

4 dari 6 halaman

4. Disalahkan

Disalahkan © instagram.com/viavallen
Meski tak terima dan menyalahkan Via lantaran akhirnya jadi ketahuan positif, tetapi adiknya menurut dengan melakukan karantina mandiri di rumah. Sekarang adik Via juga masih menunggu hasil tes dari RS untuk swab lanjutan.

"Adekku juga dibawa ke RS lagi buat swab yang kedua dan itu aku pake fasilitas dari pemerintah yang hasilnya bakal lama keluarnya (sampe sekarang belum keluar juga hasilnya). Aku dilema, makanya aku kemaren posting kaya gitu. Karena mau Lebaran dan aku di salah-salahin terus karena maksa dia #SWAB. Kali aja hasil swab yang kedua negatif jadi dia bisa keluar kamar dan Lebaran sama keluarga gituuu," lanjutnya.

5 dari 6 halaman

5. Rapid Negatif Belum Tentu Tak Derita Covid-19

Rapid Negatif Belum Tentu Tak Derita Covid-19 © instagram.com/viavallen
Tetapi Via tak menyesali keputusannya untuk memaksa adiknya swab tes. Karena terbukti dari hasil rapid yang negatif, ternyata adiknya positif menderita covid-19 setelah di-swab. Kini ia pun khawatir dengan kondisi keluarganya yang lain meski hasil rapid tes negatif.

"Nah kesimpulannya, adekku yang jelas-jelas tidak dianjurkan swab karena hasil rapid tesnya NON REACTIVE, tapi karena paksaanku untuk swab demi keamanan orangtuaku dan hasilnya ternyata POSITIF.
GIMANA KALO SEANDAINYA WAKTU ITU AKU MANUT AJA SAMA PETUGAS DI RS BUAT TIDAK MELAKUKAN SWAB??? Adekku bakal masih bebas kelayapan dan antar jemput pacarnya di mall dan bebas aktifitas dirumah dan berisiko besar menularkan. Nah yg jadi pikiran, sekeluargaku cuma di #TCM 2x dan hasilnya negatif, apakah kalo diswab bakalan positif???
Lah wong adekku yang swabnya positif aja pas di RAPID yg jumlah darah di ambil lebih banyak dr TCM aja hasilnya bisa NON REAKTIVE. Berarti sebenernya jumlah orang terpapar coronanya lebih besar dari jumlah yang didata yaa, karena kebanyakan ketika TCM dan rapid yang hasilnya non reactive sudah dirasa cukup, padahal jika diswab bisa saja hasilnya POSITIF," tulis Via.

6 dari 6 halaman

6. Minta Tak Dikucilkan

Minta Tak Dikucilkan © instagram.com/viavallen
Keputusan Via untuk posting di medsos mengenai kondisi adiknya adalah untuk memberi pelajaran kepada semua orang. Bahwa jika tak saling menjaga, bisa jadi penularan virus corona akan jadi lebih banyak. Ia pun meminta agar masyarakat tak mengucilkan penderita covid-19 seperti yang dialami oleh keluarganya.

"CORONA BUKAN AIB!! Adekku aman di rumah, tidak ada kontak langsung dengan keluarga. Kita sangat menjaga jarak, dia punya area sendiri (kamar tidur, kamar mandi dan ruangan untuk narok makanan dan minuman tanpa harus kontak langsung, dia pake alat makan sekali pake buang, dia cuci pakaiannya sendiri, bersih2 sendiri). Maksud postinganku adalah, orang yang udah rapid hasilnya NR blm tentu TIDAK TERPAPAR. Keluargaku panik karena postinganku semalam, takut makin dikucilkan karena sebagian masih banyak yang ga tau kalo anggota keluargaku ada yang positif #corona. Corona ga terbang kok, selagi mengikuti aturan untuk pake masker dan sering cuci tangan yaa kalian bakal AMAN. Jadi tolong jangan mengucilkan orang-orang yang positif corona. Kalo kalian ada kepentingan yang mengharuskan keluar rumah pakailah APD (MASKER ) bisa pake masker kain yang bisa dicuci terus dipake lagi biar GAK BOROS! Jangan ngeyel NGERASA KUAT, kecuali kamu tinggal sendiri ya terserah! Tapi kalo ada orang tua dan balita yang memang imunnya rendah, TOLONG JAGA DIRI KAMU UNTUK MEREKA YANG DI RUMAH," tulisnya.

(kpl/phi)