KABAR GALERI VIDEO EVENT

Mengenal Sosok Ndarboy Genk, Sempat Jualan Nasi Pecel dan Nggak Laku - Ciptakan Lagu Sejak SMP

Umar Sjadjaah   | Selasa, 10 Agustus 2021 23:13 WIB
Mengenal Sosok Ndarboy Genk, Sempat Jualan Nasi Pecel dan Nggak Laku - Ciptakan Lagu Sejak SMP
Ndarboy Genk - Credit: instagram.com/ndarboy_genk

Kapanlagi.com - Musik dangdut berbahasa Jawa makin digemari oleh pencinta musik Tanah Air. Sejak era The Godfather of Broken Heart Didi Kempot yang kembali booming di tahun 2019-an, hingga kini musik dangdut berbahasa Jawa tetap hits di tangan sederet musisi muda. Buktinya, coba tengok trending Youtube untuk musik. Saat berita ini dirilis, faktanya deretan trending musik itu didominasi oleh pedangdut yang menyanyikan lagu berbahasa Jawa.

Sebut saja musisi Jawa Timur seperti Denny Caknan, Happy Asmara, Nella Kharisma, Via Vallen, Tasya Rosmala, Yeni Inka, dan masih banyak lagi. Belum lagi musisi Banyuwangi seperti Wandra Restusiyan, Vita Alvia, Illux ID, dan Syahiba Saufa.

Sering disebut sebagai kota seni dan pelajar, Yogyakarta juga turut andil untuk menjadi 'produsen' penyanyi dangdut berbahasa Jawa di belantika musik Nasional. Guyon Waton, NDX AKA, Om Wawes, Pendhoza, Woro Widowati, dan Ndarboy Genk.

Nama terakhri sejatinya telah cukup dikenal mulai tahun 2019 dengan single Tibo Mburi, Aku Sing Duwe Ati, dan Balungan Kere. Terbaru, Ndarboy Genk melambung tinggi dengan lagu Mendung Tanpo Udan. Hebatnya, lagu tersebut viral di tiga platform besar: Youtube, Instagram, dan TikTok.

Uniknya, ada beberapa penggemar musik Tanah Air yang masih belum kenal dengan sosok Ndarboy Genk. Ndarboy Genk adalah project solo dari musisi asal Yogyakarta yang bernama Helarius Daru Indrajaya. Melansir dari kanal Youtube Denny Caknan, yuk kita simak fakta-fakta menarik dari Ndarboy Genk dalam artikel berikut. Stay tune sampai habis ya!

1. Musisi Jawa Pertama yang Mengapresiasi Karya Denny Caknan

Credit: instagram.com/ndarboy_genkCredit: instagram.com/ndarboy_genk

Terungkap fakta bahwa Ndarboy Genk adalah musisi Jawa pertama yang memberi atensi pada karya dari Denny Caknan. Saat itu lagu Kartonyono Medot Janji mulai digemari oleh penikmat musik Tanah Air.

"Ndarboy Genk adalah musisi Jawa pertama yang mengapresiasi karya Denny Caknan. Kita adalah pejuang karir dari dulu ya. Jadi di tahun 2018 lalu Ndarboy Genk berkomentar di lagu Kartonyono Medot Janji. Aku (Denny Caknan) disuruh ke Jogja (kota asal Ndarboy Genk). Di sana kami menginap di rumah NDarboy dan belajar soal media sosial dan Youtube," ujar Denny Caknan.

2. Arti Nama Ndaru

Credit: instagram.com/ndarboy_genkCredit: instagram.com/ndarboy_genk

Pria bernama lengkap Helarius Daru Indrajaya ini juga akrab disapa Ndaru. Dalam podcast tersebut, mereka berdua tiba-tiba membahas soal cahaya. Ternyata, secara tidak sengaja Ndaru menjelaskan pada pelantun Sugeng Dalu tersebut arti namanya.

"Wahyu artinya cahaya kuning, kalau Ndaru artinya cahaya biru. Namaku Ndaru, artinya cahaya biru," ujar Ndarboy Genk pada Denny Caknan.

3. Sekolah Musik Sejak SMA, Ciptakan Lagu Mulai SMP

Credit: instagram.com/ndarboy_genkCredit: instagram.com/ndarboy_genk

Ternyata, lirik dan notasi indah dari lagu-lagu Ndarboy Genk berasal dari latar belakang pendidikannya yang memang lekat dengan musik.

"Aku sekolah di bidang Pendidikan Seni Musik, jadi waktu kecil direncanakan untuk menjadi guru di bidang seni musik" tutur Ndarboy Genk.

"Jadi sejak kuliah sudah bikin lagu ya?" tanya Denny Caknan.

"Dari SMP, SMP aku sudah bikin lagu, hip hop dangdut. SMA juga sekolah musik, aku sekolah di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta. Aku mendalami musik klasik," jawab Ndarboy Genk. 

4. Empat Bersaudara, Sempat Jualan Nasi Pecel

Ndarboy Genk bercerita pada Denny Caknan soal keluarganya. Ternyata, ada fakta menarik dari perjalanan Ndarboy Genk dalam mencapai kesuksesannya. Ia harus berjualan pecel untuk membayar biaya kuliahnya. 

"Aku anak pertama dari empat bersaudara. Aku kuliah sambil jualan pecel," ujar Ndarboy Genk.

"Jadi penjual pecel? Ah masak sih?" Denny Caknan seolah tidak percaya tentang perkataan sahabatnya tersebut.

"Iya, jualan pecel di dekat Universitas Negeri Semarang, aku jualan sendiri," jawab Ndarboy Genk.

Denny Caknan masih ragu terkait fakta itu. Ia kembali mengkonfirmasi ulang fakta tersebut. Ia juga bertanya apakah Ndarboy Genk berjualan sendirian dan apakah dagangannya tersebut laku.

"Iya sendiri, dan enggak laku" jawab Ndarboy Genk sambil tertawa terbahak-bahak. 

5. Berhutang Kepada Hendra Kumbara

Credit: instagram.com/ndarboy_genkCredit: instagram.com/ndarboy_genk

Saat bercerita soal pengalamannya berjualan nasi pecel, Ndarboy Genk juga menyebut nama Hendra Kumbara. Rupanya, sosok Hendra Kumbara menjadi teman yang membantu Ndarboy Genk dikala mengalami kesulitan. 

"Jadi waktu warung pecel nya sepi, aku ngamen. Waktu itu juga bareng mas Hendra, Hendra Kumbara yang nyanyi lagu Dalan Liyane itu. Waktu itu mas Hendra senior ku. Dia sudah manggung di acara wedding. Waktu itu uang sisa ngamen dan jualan aku tabung untuk biaya rekaman. Aku sering berhutang pada beliau buat biaya rekaman yang kadang masih kurang," kenang Ndarboy Genk.

6. Alasan Denny Caknan Tidak Menjual Lagunya

Ternyata, sosok Ndarboy Genk memiliki pengaruh besar pada karir Denny Caknan. Denny Caknan mengaku bahwa lagu Kartonyono Medot Janji sempat ditawar oleh seseorang dengan harga jutaan rupiah. Saat itu, Ndarboy Genk menjadi orang yang melarang keras Denny Caknan untuk menjual lagunya.

"Dulu ada orang yang menawar lagu Kartonyono Medot Janji sebesar 12 juta. Sedangkan aku punya hutang 120 juta. Secara logika harusnya diterima itu uang. Tapi aku dibisikan sama orang ini (Ndarboy Genk) bahwa aku harus mempertahankan lagu ini," ujar Denny Caknan.

"Den, jangan dilepas cover lagu ini (Kartonyono Medot Janji). Biar orang semua tahun bahwa ini lagu original mu," begini kalimat Ndarboy Genk ketika menasihati Denny Caknan pada waktu itu.

Kini, perjuangan Ndarboy Genk telah membuahkan hasil. Beberapa lagu karyanya telah diterima dan dinikmati oleh pecinta musik Tanah Air. 

Reporter:   Cinthya Septavy