KABAR GALERI VIDEO EVENT

Prank Bunuh Diri Aida Saskia, Psikolog Kasandra Putranto: Tidak Layak Jadi Guyonan

Ayu Srikhandi | Rabu, 11 Desember 2019 09:40 WIB
Prank Bunuh Diri Aida Saskia, Psikolog Kasandra Putranto: Tidak Layak Jadi Guyonan

Kapanlagi.com - Psikolog Kasandra Putranto ikut mengomentari soal fenomena prank bunuh diri yang dilakukan oleh pedangdut Aida Saskia di fitur story Instagram miliknya baru-baru ini.

"Menurut saya, hal tersebut sangat tidak bijaksana, yang menunjukkan keterbatasan kapasitas mental dan empati," ucapnya saat dihubungi KapanLagi.com pada Selasa (10/12/2019) malam.

Dirinya pun menambahkan, "Masalah bunuh diri bukan sesuatu yang layak dijadikan guyonan."

 

1 dari 2 halaman

1. Kurangnya Pengetahuan Soal Penyakit Mental

Kurangnya Pengetahuan Soal Penyakit Mental Kasandra Putranto © instagram.com/a.kasandraputranto
Persoalan bunuh diri juga merupakan masalah psikologis. Keterbatasan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai hal tersebut menjadi penyebab konten tersebut dapat tercipta, menurut Kasandra.

"Saya nggak bisa terlalu banyak bicara, karena masalah keterbatasan pengetahuan dan kompetensi dari masyarakat Indonesia yang memang masih belum mengetahui bahwa bunuh diri itu juga terkait dengan masalah psikologis," ucapnya.

"Dengan keterbatasan pengetahuan tersebut bisa jadi orang bersenda gurau menciptakan candaan atau mungkin melecehkan orang-orang yang memiliki masalah depresi dan upaya bunuh diri," sambungnya lagi.

2 dari 2 halaman

2. Harus Tahu Batasan

Harus Tahu Batasan Aida Saskia © KapanLagi.com/Budy Santoso
Sikap bijaksana rupanya menjadi jawaban terhadap masalah ini. Menurutnya, dengan keterbatasan pengetahuan, kita pun harus bisa lebih menahan diri dalam berekspresi.

"Dalam hal ini tentu kita juga harus bersikap bijaksana terhadap orang orang yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan kompetensi ini," ujar Kasandra.

"Di mana kompetensi ini juga melibatkan keterbatasan intelektual emosional sosial yang tidak bisa menahan diri untuk membuat atau memberikan ekspresi-ekspresi yang tidak bijaksana," tambahnya.

Dengan adanya fenomena ini, Kasandra pun mempunyai harapan. "Saya berharap bahwa berbagai upaya dari kementerian kesehatan dan komunitas kesehatan."

"Termasuk dalam hal ini psikologi berusaha keras untuk selalu memberikan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat. Dan tentu saja membantu untuk menanamkan rasa empati kepada orang-orang yang mungkin memiliki masalah psikologis," pungkasnya.

(kpl/apt/jje)


↑