KABAR GALERI VIDEO EVENT

Sidang Perdana Digelar, Lucinta Luna Dikenakan Pasal Tambahan Terkait Kepemilikan Ekstasi

Sora Soraya   | Kamis, 28 Mei 2020 12:27 WIB
Sidang Perdana Digelar, Lucinta Luna Dikenakan Pasal Tambahan Terkait Kepemilikan Ekstasi

Kapanlagi.com - Sidang perdana kasus narkoba yang membelit Lucinta Luna telah digelar Rabu kemarin (27/5) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Karena miskomunikasi, Lucinta menjalani agenda persidangan tanpa ditemani oleh kuasa hukumnya.

Sebagaimana diketahui, kuasa hukum Lucinta Luna seharusnya berada di ruang sidang memberikan surat kuasa. Namun ternyata yang bersangkutan ada di Rutan Pondok Bambu. Meski begitu sidang yang digelar lewat video conference ini tetap berjalan.

 

1 dari 3 halaman

1. Tak Ada Eksepsi

Tak Ada Eksepsi KapanLagi,comĀ®/Muhammad Akrom Sukarya
Setelah Jaksa Penunutut Umum (JPU) membacakan dakwaan, Lucinta Luna diminta mengajukan eksepsi atau keberatan. Sempat agak kebingungan selama beberapa saat, pelantun tembang Jom Jom Manjalita tersebut mengatakan tidak keberatan dengan isi dakwaan.

"Tak ada keberatan yang mulia," kata Lucinta Luna dikutip lewat video conference.

2 dari 3 halaman

2. Dikenakan Pasal Tambahan

Saat pembacaan dakwaan, terungkap bila Lucinta Luna mendapat pasal tambahan. Selain kepemilikan riklona, ia juga terbukti memiliki ekstasi sehingga didakwa melanggar Pasal 112 Ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Untuk Ayluna Putri didakwa psikotropika pasal 60 dan 62 UU nomor 5 tahun 1997 dan (tambahan pasal) narkotika terkait kepemilikan ekstasi dan penyalahgunaannya, ancamannya empat tahun," ungkap Asep Hasan Sofyan selaku Jaksa ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

3 dari 3 halaman

3. Agenda Sidang Berikutnya

Lantaran tidak ada eksepsi dari Lucinta Luna sidang pun berakhir. Sidang selanjutnya digelar Rabu pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

"Tadi setelah menerima dakwaan tidak ada eksepsi. Minggu depan sidang pemerikasaan para saksi. Saksi ada sembilan dari JPU ya," pungkas Asep.

(kpl/abs/sry)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho