Donny Alamsyah


Donny Alamsyah lahir pada tanggal 7 Desember 1978. Namanya mulai dikenal oleh publik setelah membintangi film 9 NAGA pada tahun 2006. Sebagaian besar film Donny adalah film action. Selain berprofesi sebagai pemain film, Donny juga beberapa kali menjadi model video klip.

Donny sempat kuliah jurusan teknik informatika namun tidak ia selesaikan karena ia merasa jurusan yang ia tempuh tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Setelah itu, Donny bekerja sebagai animator dengan ilmu otodidak sebelum akhirnya ia terjun ke dunia film.

Pada 5 Juni 2009 ia menikah dengan Putri Anggiareni. Kedua pasangan ini dikaruniai seorang putri bernama Kai Putri Alamsyah.

KARIR
Awal karir Donny Alamsyah di dunia hiburan dimulai dari film layar lebar pertamanya berjudul GIE. Meski awalnya ia hanya iseng mengantar temannya casting, namun Donny justru terpilih untuk bermain. Dalam film arahan Riri Riza tersebut ia beradu akting dengan sederetan nama pemain film ternama seperti Lukman Sardi, Nicholas Saputra, Surya Saputra, dan Wulan Guritno. Meski hanya tampil sebagai figuran, namun akting Donny sudah mulai mencuri perhatian.

Nama Donny baru melambung ketika bermain dalam film 9 NAGA yang disutradarai Rudi Soedjarwo pada tahun 2006. Dalam film yang bercerita tentang pembunuh bayaran tersebut, ia bermain bersama Fauzi Baadila dan dipertemukan kembali dengan Lukman Sardi.

Tahun berikutnya, Donny mendapat peran yang tak kalah menantang sebagai petinju pertandingan ilegal dalam film SANG DEWI yang dibintanginya bersama Sabai Morschechk, Volland Humonggio dan Cathy Sharon.

Di tahun yang sama, Donny mulai mendapat tawaran untuk menjadi model video klip. Video klip pertamanya adalah video dari Andra & The Backbone berjudul Hitamku. Setelah itu, ia mulai laris menjadi model video klip seperti Dia Maha Sempurna - Ungu, Cintailah Aku - Ari Lasso, Tunggu Aku - Andra & The Backbone dan Setiaku - ST 12.

Tahun 2009, Donny terpilih untuk bermain dalam trilogi film MERAH PUTIH yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Film yang bercerita tentang perjuangan pada masa kemerdekaan Indonesia ini mengharuskan Donny untuk akrab dengan senjata api dan melatih fisik layaknya seorang prajurit sungguhan. Lepas dari senjata api, Donny memerankan seorang guru pesantren dalam film adaptasi novel berjudul NEGERI 5 MENARA.

Tahun 2012, Donny tampil apik dalam film THE RAID bersama Iko Uwais, yang juga menjadi lawan mainnya dalam film MERANTAU. Dalam film yang penuh dengan adegan action tersebut, Donny awalnya ingin melakukan sendiri semua adegannya, namun sang sutradara Gareth Evans memaksanya untuk menggunakan stuntman pada beberapa adegan berbahaya. Meski sedikit kecewa, namun Donny bisa menerima keputusan sang sutradara.

Film THE RAID mendapat respon positif dari penonton di Indonesia maupun di kalangan internasional. Film ini berhasil menduduki peringkat puncak dalam Toronto Film Festival dan masuk dalam film pilihan versi Sundance Festival, SXSW dan MOMA ND/NF Film Festival.

Di tahun yang sama, ia kembali bergelut dengan cerita kriminal dalam sebuah drama televisi yang disiarkan KOMPAS TV berjudul ANTOLOGI KRIMINAL. Selain Donny, acara ini juga dibintangi oleh Donny Damara, Joe Taslim, Yama Carlos, Surya Saputra, Astri Nurdin dan Oka Antara.

Selain bermain film, ia juga akan mencoba debutnya sebagai sutradara dalam proyek film LA Lights Indiemovie. Donny akan menyutradarai film berjudul TANDA & BAHAYA yang bergenre action.

FILMOGRAFI
 GIE   (2005)
 9 NAGA   (2006)
 SANG DEWI   (2007)
 FIKSI   (2008)
 TAKUT: FACES OF FEAR   (2008) - SEGMEN SHOW UNIT
 DRUPADI   (2008)
 MERAH PUTIH   (2009)
 MERANTAU   (2009)
 MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK   (2010)
 DARAH GARUDA   (2010)
 HATI MERDEKA   (2011)
 NEGERI 5 MENARA   (2012)
 THE RAID   (2012)
CINTA DI SAKU CELANA (2012)

DRAMA TELEVISI

ANTOLOGI KRIMINAL (2012)

Lebih Lengkap