Superstar Hollywood Ini Juga Pernah Alami Pencabulan Saat Belia

Adhib Mujaddid | 19 April 2014, 14:44 WIB
Superstar Hollywood Ini Juga Pernah Alami Pencabulan Saat Belia

Kapanlagi.com - Tidak hanya di Indonesia sebagai negara Timur yang tidak terbuka soal pelecehan seksual. Di negara-negara Barat, pelecehan seksual juga dianggap sebagai aib, sesuatu hal yang sangat memalukan.

Bila melihat gemerlap bintang-bintang Hollywood, sukar rasanya membayangkan mereka pernah mengalami masa berat. Namun beberapa di antara mereka sungguh menjalaninya, percayalah. Aktris Julianne Hough yang melejit lewat film ROCK OF AGES mengungkapkan kepada majalah Cosmopolitan, Februari lalu.

"Aku baru umur 10 tahun, tetapi penampilanku seperti usia 20-an. Sebenarnya sangat itu aku sangat tersiksa, aku harus terlihat seksi karena memang begitulah pekerjaan dan hidupku saat itu," kata Julianne.

Jullianne @foto: KapanLagi.com®Jullianne @foto: KapanLagi.com®

Apa yang terjadi padanya? Ceritanya, Julianne dikirim ke London saat berusia 10 tahun untuk belajar menari di Akademi Seni Italia Conti, sebuah sekolah seni yang bergengsi. Nyatanya, di sana Julianne malah mengalami pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya.

Kini, di usia 24 tahun, Julianne mengakui, pelecehan itu semakin menjadi setelah dia pubertas. Enggan berbicara lebih jauh, dia menutupnya dengan, "Yang sudah terjadi, sudahlah."

Aktris dan komedian Mo'Nique, peraih Oscar dan Golden Globe berkat film PRECIOUS, blak-blakan tentang pengalamannya menjadi korban pelecehan seksual saat masih tujuh tahun. Gilanya, pelakunya adalah kakak kandungnya sendiri!

"Kakakku itu monster. Ketika sutradara bilang, 'Action!', aku menjelma jadi kakakku," tutur Mo'Nique pada majalah Essence di tahun 2008. Sekadar info, di film PRECIOUS, Mo'Nique mendapat peran sebagai ibu pelaku kekerasan pada anak.

Dianiaya dan dilecehkan selama empat kali selama empat tahun, ketika menerima Piala Golden Globe, Mo'Nique mendedikasikannya untuk korban-korban pelecehan lainnya. "Aku merayakan kemenangan ini untuk semua Precious, semua Mary (dari film PRECIOUS). Kemenangan ini untuk semua orang yang pernah dilecehkan. Sekarang waktunya bicara jujur, tak apa-apa," katanya dari atas podium.

Satu lagi, aktris Teri Hatcher pun pernah jujur mengakui tindakan tak senonoh yang dilakukan pamannya padanya, saat Teri masih lima tahun. Dia tetap diam dan menyembunyikan rahasia itu selama bertahun-tahun, sampai kemudian seorang gadis berumur 14 tahun memutuskan bunuh diri. Gadis itu adalah korban pelecehan paman Teri.

Teri Hatcher @Foto: facebook.com/pages/Teri-HatcherTeri Hatcher @Foto: facebook.com/pages/Teri-Hatcher

Setelah Teri mengakui perbuatan Richard Hayes Stone, pamannya yang kini berusia 64 tahun itu diadili dengan putusan bersalah. Dia dihukum 14 tahun penjara.

Masih ada sederet cerita lagi, bahkan lebih parah. MacKenzie Phillips mengaku pada Oprah Winfrey bahwa dia diperkosa ayahnya sendiri saat dia 18 tahun. Ketika itu, Sang Ayah yang adalah penyanyi utama band lawas The Mamas and The Papas, sedang dalam pengaruh obat terlarang.

Gilanya, hubungan itu berlanjut sampai setelah Mackenzie menikah dan hamil. Takut janin yang dikandungnya adalah hasil perbuatan sang ayah, ayahnya bahkan membiayai aborsi.

Bukan hanya bintang wanita saja. Aktor Tyler Perry yang juga terlibat dalam PRECIOUS ternyata pernah merasakan hal yang sama. Ayah kandungnya pernah 'menyedotnya' dengan alat penghisap debu, berteriak agar warna kulit Tyler jadi putih. Selain itu, dia pun beberapa kali dilecehkan di lain kesempatan oleh orang-orang berbeda.

Demikian parah kondisi yang dialami Tyler, dia serius memikirkan bunuh diri saat usianya 11 tahun. Untungnya, dia tidak melakukannya.

Faktanya, praktek pelecehan ini sudah ada di Hollywood sejak lama. Aktor idola era 80an, Corey Haim yang sudah meninggal pada 2010 lalu, pernah diperlakukan tak senonoh oleh seorang pria saat pembuatan film LUCAS (1986). Sahabatnya, Corey Feldman yang membocorkan dalam buku biografi COREYGRAPHY: A MEMOIR. Menurutnya, Haim menceritakan sendiri padanya bujukan pelaku tersebut, bahwa hal itu normal dilakukan seorang pria dewasa pada yang lebih muda.

Sungguh mengerikan, bahwa pada kenyataannya, kebanyakan pelaku adalah orang yang dikenal korban. Perbedaan gender rupanya tidak jadi masalah bagi para predator tersebut. Kasus ini menjadi seperti gunung es, di mana semakin ke bawah semakin banyak yang tersembunyi, disengaja maupun tidak.

Bukan tidak mungkin, trauma yang dialami korban membuatnya berpikir tentang bunuh diri. Bukan cuma soal pertaruhan nyawa, tetapi juga hak asasi yang berhak didapatkan setiap manusia.

(kpl/rea) (kpl/rea/adb)

Reporter:   Renata Angelica