Kemurkaan Arwah Penunggu Rumah

Mahardi Eka Putra | 25 November 2014, 09:01 WIB
Kemurkaan Arwah Penunggu Rumah
KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Tahun lalu di tengah lalu lintas horor berbalut komedi dan keseksian, Muhammad Yusuf hadir dengan KEMASUKAN SETAN. Film yang tiba-tiba muncul di pasaran nyaris tanpa promosi tersebut rupanya sukses memberikan kepuasan bagi pecinta genre ini yang teramat rindu dengan kehadiran 'the real horror' di ranah perfilman Indonesia.

Kali ini, dengan spirit yang sama, Muhammad Yusuf kembali hadir dengan fitur bertajuk ANGKER. Mengambil setting di Bangil, Jawa Timur, pada tahun 1979, film berkisah tentang Ratna (Lia Waode), ibu tiga orang anak yang diteror arwah nenek tua di rumah yang baru saja mereka tempati.

Tak tahan kerap diganggu, Ratna pun meminta bantuan pada dukun. Sayangnya, tidak ada yang berani mengusik keberadaan arwah yang biasa dipanggil penduduk setempat dengan sebutan Mbah Tun itu. Satu hal yang bisa dilakukan oleh Ratna hanyalah harus berhati-hati dengan kemurkaan bekas penghuni rumahnya tersebut.

Haunted house bukan tema baru namun menjadi hal yang paling sering diangkat. Coba saja hitung, ribuan horor baik yang berbudget besar maupun mini selalu mengeksplorasi tema ini. Muhammad Yusuf pun tak mau ketinggalan, ia turut berpesta menghadirkan kisah mistis dengan aura lokal yang kental. Seperti mengajak bernostalgia pada masa keemasan horor di era film-film Suzanna.

Namun sayang ANGKER kurang bisa menjaga alur penceritaan agar bersinergi dengan setting seram yang diinginkan. Pada bagian-bagian awal, sang sutradara yang juga menulis naskah (dan menjadi pemain pendukung) sibuk meyeret penonton pada spot-spot rumah tua yang menurut saya hanya untuk menambah durasi.

Belum lagi akting Lia Waode sebagai lead female terlihat lemah di beberapa bagian. Sehingga beberapa adegan yang harusnya membuat penonton larut dalam ketakutan malah tampil biasa saja.

Meski begitu, ANGKER tidak kehilangan pesona sebagai horor tulen--walau jujur saja, belum bisa menyamai kengerian yang disajikan KEMASUKAN SETAN. Namun ia masih mampu memberi jeritan-jeritan ketakutan karena efek jump scare yang dihadirkan di saat tepat. 

(kpl/abs/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑