'NOT FOR SALE', Polemik Remaja Masa Kini

Rere Rizkarima  | 24 Juni 2010, 08:45 WIB
KapanLagi.com - Pemain: Arumi Bachsin, Leylarey Lesesne, Chindy Anggrina, Okkie Callerista (Okie Agustina) Oleh: Puput Puji Lestari Belajar tentang kehidupan tak harus selalu dari hal baik. Dari kejadian buruk, kita dapat memetik hikmah kemudian mempelajarinya agar tidak terulang. Mungkin, karena hal itulah film NOT FOR SALE, memberikan benturan-benturan persoalan kehidupan remaja masa kini sepanjang film yang berdurasi 90 menit. Potret buram remaja putus sekolah, menjual diri, menjadi germo, menjadi penari striptease, kecanduan alkohol dan narkotika, terangkum dalam kisah empat sekawan May, Shasi, Andhara, dan Dessy. Selain Andhara, sejatinya mereka masih bisa dibilang anak-anak karena masih sekolah SMA. Keluarga yang tidak harmonis dan desakan ekonomi membuat mereka terjerumus ke dalam upaya sesaat dalam mendapatkan uang tanpa kerja keras. Ironis mungkin, kita tidak bisa nemampik bahwa kejadian itu memang ada. Film ini tidak memberikan penyeimbang dari setiap masalah yang dihadapi pemainnya. Seolah-olah kehidupan hanya berkutat dengan materi. Menjual diri adalah satu-satunya cara untuk menutup kebutuhan akan materi. Posisi orang tua dan guru sama-sama tidak dimaksimalkan sebagai pencegah kejadian itu bertambah parah. Justru menjadi pemicu persoalan semakin panjang. Anak-anak dibebani permasalahan yang seharusnya menjadi permasalahan orang tua. Selain itu keinginan untuk tampil gaya dengan segala macam barang yang canggih. Sashi (Arumi Bachsin), yang menjadi germo teman-temannya, dikeluarkan dari sekolah karena salah satu gadisnya ada yang hamil, dan ia dinyatakan bersalah. Sementara May, difitnah oleh sahabatnya sendiri. Gadis polos ini disebut sebagai pelacur, sehingga membuat kepala sekolah juga mengambil sikap mengeluarkannya dari sekolah. Mendengar hal itu, orang tua May marah dan tidak mengizinkannya kembali ke rumah. Kejadian May dan Sashi ini terjadi pada hari dan sekolah yang sama. Saat meratapi nasib, mereka bertemu, berkenalan, dan akhirnya bersahabat. Sashi memberi tumpangan tempat tinggal bagi May. Di tempat koslah May bertemu Andhara (Okkie Callerista, nama lain dari Okie Agustina -red) dan Dessy. Andhara adalah seorang bartender di tempat Dessy menari striptease. Demi mencari uang untuk pengobatan ibunya May bekerja sebagai penari di club tempat Andhara bekerja, walaupun Andhara melarangnya May sangat bersikeras sekali, yang Andhara bisa lakukan hanya melindungi May dari gangguan pria-pria hidung belang, yang mengganggu May. Hingga satu ketika terjadi perkelahian, Andhara menghajar seorang pria yang melecehkan May. Ditengah keributan itu Rangga seorang pemuda membantu membela Andhara dan May. Setelah kejadian itu hubungan May dengan Rangga pun semaikin dekat, Andhara yang cemburu merasa ada yang aneh dengan perlakuan Rangga. Kecurigaannya Andhara pun terbukti, Rangga hanya ingin menodai May, tapi May berhasil melarikan diri. Andhara langsung memberi pelajaran kepada Rangga. Tidak terima perlakuan Andhara, Rangga melaporkan dan menjebak Andhara saat membeli sabu-sabu kepada polisi, Andhara pun dijebloskan ke penjara. Kondisi May makin terpuruk, ibunya dalam kondisi kritis, ditambah rasa bersalah dan empati terhadap Andhara, akhirnya ia meminta Shasi untuk menjual dirinya. Shasi menolak keras permintaan May, dan May membujuk Shasi karena ia membutuhkan uangnya untuk membantu ibunya dan menebus Andhara di penjara. Shasi mengalah dan mencarikannya om-om yang sanggup membayar mahal keperawanan May. Om yang membayarnya ternyata mempunyai kelainan seks, dengan penyiksaan. May dan Shasi duduk merenungi hidup mereka, ternyata setelah hilang keperawanannya, ibu May malah meninggal di rumah sakit karena terluka saat bertengkar dengan bapaknya. Andhara juga tidak lama meninggal kemudia, karena over dosis narkoba. Tak kuat menahan beban hidup, May juga membunuh dirinya sendiri. Sementara Shasi dibunuh oleh mantan gadisnya sendiri dan Dessy disiksa penggemar tariannya yang terobsebsi dengannya. Tentu saja, cerita klise yang kurang berimbang ini diberi pemanis balutan kain tipis nan seksi. Belahan dada beberapa kali ditonjolkan. Mungkin agar penonton tidak jemu sepanjang cerita. Catatannya, film ini bukan konsumsi yang baik untuk anak-anak. Bahkan dengan dampingan orang tua pun tidak disarankan untuk melihatnya. Karena logika yang ditawarkan terlalu dangkal. Tapi untuk Anda yang sudah dewasa, dan ingin penyegaran mata mungkin film ini bisa jadi salah satu pilihan. Film ini bisa Anda nikmati mulai 24 Juni 2010 di bioskop. [initial]

Genre : Drama
Jadwal Tayang : 24 Juni 2010
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Produser : Gope T. Samtani, Subagio S
Produksi : Rapi Films
Durasi : 90 menit
(kpl/uji/riz)
Editor:  

Rere Rizkarima

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑