'OBAMA ANAK MENTENG', Sebuah Kisah Inspiratif Untuk Anak Indonesia

Rere Rizkarima  | 01 Juli 2010, 11:23 WIB
KapanLagi.com - Pemain: Hasan Faruq Ali, Cara Lachelle, Eko Noah, dan Teuku Zacky Oleh: Puput Puji Lestari Sederhana tapi syarat makna, mungkin itu gambaran film OBAMA ANAK MENTENG. Film produksi Multivision Plus (MVP) Pictures ini memang diangkat dari kisah hidup Presiden AS, Barack Obama yang pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di kawasan Menteng, Jakpus. Multivision Plus (MVP) menggarap film yang berjudul OBAMA ANAK MENTENG ini berdasarkan novel karya Damien Dematra. Oleh sutradaranya, John De Rantau cerita novel tersebut dikembangkan dengan mengobservasi kawan-kawan lama Obama sewaktu berada di Indonesia. Dan lingkungan tempat dulu Obama tinggal. OBAMA ANAK MENTENG menceritakan masa kecil Obama (Hasan Faruq Ali) dari sudut pandang orang-orang yang pernah dekat dengannya. Dibuka dengan kedatangan Obama ke Indonesia, proses adaptasi Obama menjadi konflik awal. Dibesarkan oleh ibu yang bijaksana dan Ayah yang tegar, Obama mendapat banyak kekuatan bertahan dalam beradaptasi. Taman-teman Barry, panggilan akrab Obama, bertambah banyak. Namun, selalu ada pihak yang tidak senang dengan kehadirannya. Merasa tersaingi akan kulitnya yang hitam dan perawakan yang sama, Carut mencari-cari masalah dengan Barry. Di lapangan bola yang berlumpur Barry bertengkar dengan Carut dan gengnya. Tokoh lain yang penting dalam film ini adalah Turdi. Lelaki transgender yang menjadi orang kepercayaan keluarga Barry ini ditugaskan mendampingi Barry selama di Indonesia. Diperankan oleh Tengku Zaky, Turdi mampu menjadi benang merah yang baik bagi semua peran dalam film ini. Bagaimana keluarga Barry memperlakukan Turdi tanpa membedakan 'kelainan seksual' adalah poin positif yang ingin disampaikan. Sayangnya, ketika Barry mulai pintar beradapstasi, ibunya resah. Sebagai orang tua, dia tahu Barry memiliki kempuan di atas rata-rata. Dan berkali-kali dia mengeluh, "Barry harus punya tempat belajar yang lebih tepat. Di sini bukan tempat yang tepat untuk kemampuannya." Entah bermaksud atau tidak untuk menyindir dunia pendidikan kita sekarang, rasanya kata-kata tersebut masih berlaku hingga sekarang. Setting cerita tahun '70-an, menurut John, dikerjakan dalam hitungan hari. Bahkan lokasi rumah Barry tinggal juga merupakan settingan baru, karena John tidak mendapat izin untuk menggunakan rumah asli yang dulu ditinggali Obama dan keluarga. Secara visual aroma tahun '70-an memang tidak tergambar baik. John mengakui hal tersebut. "Landscape film ini memang tidak sebagus film saya sebelumnya DENIAS," katanya. Tapi John membangun nuansa lewat kostum, becak, dan bemo. Tiga hal membuat kita percaya setting waktunya, karena sekarang becak dilarang di Jakarta. Dan tidak ada lagi bemo sebagus di film OBAMA ANAK MENTENG. Meskipun dikerjakan dalam waktu singkat namun, John mampu merangkum nilai-nilai dasar kemanusiaan. Berteman tanpa membedakan warna kulit, asal, dan bahasa. Kebaikan universal seperti memaafkan, menerima kekurangan orang lain, dan semangat pantang menyerah juga bisa kita dapat di film ini. "Setiap anak adalah pahlawan untuk keluarganya, film ini akan memberikan kisah inspiratif untuk anak-anak kita. Film keluarga agar para orang tua bisa kasih wejangan kepada anak-anaknya," kata John. OBAMA ANAK MENTENG dibintangi oleh Hasan Faruq Ali yang berperan sebaga Barry, Obama kecil, Cara Lachelle, Eko Noah, dan Teuku Zacky. Dengan memakan waktu syuting selama empat minggu, film ini menjalani syuting sebagian di Cimahi, Bandung, dan diakhiri di Kota Tua, Jakarta. OBAMA ANAK MENTENG mulai tayang 1 Juli 2010, tepat ketika liburan anak sekolah berlangsung. (kpl/riz)
Editor:  

Rere Rizkarima

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑