[Review] 'BERLIAN SI ETTY', Kerasnya Mengejar Mimpi di Ibu Kota

Puji Puput | 13 Maret 2013, 14:32 WIB
[Review] 'BERLIAN SI ETTY', Kerasnya Mengejar Mimpi di Ibu Kota

KapanLagi.com - Oleh: Sahal Fadhli

Etty (Fitri Tropika) bisa dibilang berhasil saat berkarir di Bandung. Ketika mendapatkan promosi dari kantor cabang Bandung ke kantor pusat di Jakarta, Etty serius mengejar kesuksesannya di ibukota. Namun itu semua sempat tertunda karena orang tuanya yang tak mengizinkan Etty hidup sendirian di Jakarta.

Orang tuanya mengizinkan Etty ke Jakarta asalkan saat meninggalkan Bandung Etty sudah mempunyai suami agar dirinya tidak sendiri. Beruntungnya saat dimana Etty sedang mengalami kebingungan, hadirlah seorang sahabat yang sedari kecil sudah menemaninya.

Ricky (Yogi Finanda) rupanya sudah sejak lama menaruh hati pada Etty. Tidak berselang lama Etty pun menyambut cinta yang ditawarkan Ricky dan keduanya akhirnya menikah kemudian langsung hijrah ke Jakarta setelah melangsungkan pernikahan.

Kehidupan keras di Jakarta perlahan dapat diatasi oleh Riky dan Etty. Terlebih, karir Etty sebagai seorang Marketing semakin bersinar bersamaan dengan teman-teman satu team yang sangat kompak. Kebahagiaan Etty semakin menjadi tatkala ia dinyatakan positif hamil dan akan segera menjadi seorang ibu.

Ditengah kesuksesannya, datanglah tawaran menggiurkan dari sahabatnya, Rina (Echie Dwi Asih) yang ingin mengambil keuntungan dari sebuah proyek rahasia antara dirinya dan Etty. Polemik pun dialami oleh Etty, lantaran dia memang membutuhkan biaya untuk kelahiran sang jabang bayi.

Chemistry Fitri Tropika dan Yogi Finanda menjadi kekuatan utama film ini. (yessonline.com)Chemistry Fitri Tropika dan Yogi Finanda menjadi kekuatan utama film ini. (yessonline.com)

Film arahan Dimas Adipratama yang diproduksi Makaya Cipta Komunika dan Motekkar Image ini menyajikan konflik-konflk ringan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun sarat dengan makna dan pesan yang dalam. Sehingga penyajian masalahnya terasa dekat dan mudah dipahami.

Dimas berhasil membuat film tersebut sesederhana mungkin, agar penonton dapat dengan mudah mencerna intisari didalamnya. Sayangnya Dimas kesederhanaan itu membuta film ini terasa datar di awal. Namun pembawaan Fitri Tropika yang dikenal dengan candaannya membuat suasana agak berbeda. Untuk cerita komedi, kemampuan Fitri memang tidak perlu diragunak. Namun dalam beberapa adegan serius penampilannya kurang maksimal dan terlihat masih kaku.

Chemistry antara Fitri dengan Yogi terasa kurang menggigit. Mereka tidak bisa menyakinkan sepenuhnya bahwa mereka pasangan suami isteri. Untunglah tetapi kualitas gambar yang disajikan dalam film tersebut bagus. Cut to cutnya sudah modern dan tak terlalu berlebihan sehingga membuat nyaman mata.

(kpl/aal/uji/dka)

Editor:  

Puji Puput

BERI KOMENTAR▼
Komentar
Latest
↑