Duh... Susahnya Bercinta!

Angga S Priyono | 19 Agustus 2014, 08:51 WIB
Duh... Susahnya Bercinta!
KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Malam pertama adalah malam di mana pasangan yang sudah sah menjadi suami-istri melakukan hubungan intim. Tapi, bagaimana bila ‘malam indah' tersebut terus-terusan tertunda karena berbagai peristiwa tak terduga?

Itulah pengalaman Doni (Omesh), pria berotak mesum yang menikahi Gysta (Acha Septriasa) karena dijodohkan. Semenjak resmi menikah, keduanya selalu gagal bercinta. Bahkan kesialan terus terjadi usai berbulan madu dan lepas dari rumah orang tua.

Masalah juga timbul dari rekan kantor yang tidak mengetahui bila Doni telah memiliki seorang istri akibat terikat kontrak pekerjaan. Terutama Fitri, asisten manajer penyuka Hello Kitty yang berusaha merebut hati Doni.

MENGEJAR MALAM PERTAMA merupakan drama komedi terbaru yang diadaptasi berdasar novel berjudul sama karya Wenda Koiman. Film yang diproduseri Firman Bintang ini disutradarai oleh Fransiska Fiorella, alter ego Chiska Doppert saat men-direct film di luar horor.

Malam pertama tentunya hal yang umum dan akan terjadi pada siapa saja bagi yang sudah dan akan menikah. Ide memvisualisasikan novel dengan judul 'mengundang' ini pun terasa tepat karena pasti membuat penasaran. Kenapa malam pertama dikejar? Mungkin pertanyaan seperti itu akan muncul di benakmu.

Sayangnya, sama seperti film Fransiska Fiorella atau Chiska Doppert sebelumnya seperti BILA atau KETIKA TUHAN JATUH CINTA, ia selalu gagal mendatangkan emosi pada penonton. Dalam film ini, sosok yang sempat disangka alter ego Nayato Fio Nuala tersebut kurang bisa menyampaikan konflik yang ada sehingga terasa tawar. Padahal pesan kuat yang terkandung dalam novel dan naskahnya butuh emosi lebih dalam.

MENGEJAR MALAM PERTAMA © twitter.com/MitraPicturesIDMENGEJAR MALAM PERTAMA © twitter.com/MitraPicturesID

Duet Omesh dan Acha Septriasa pun terlihat kering. Jangan bandingkan dengan penampilan Acha dalam TEST PACK yang memiliki cakupan tema serupa: drama rumah tangga, namun mampu dituturkan dengan begitu hangat.

Performa editing, tone gambar, serta tata musik pun membuat film ini terasa sangat FTV. Satu contoh adalah musik Pejantan Tangguh milik Sheila On 7 yang selalu diulang-ulang. Selain itu, hanya musik kering yang tidak memiliki energi guna men-deliver-kan kegalauan yang ada.

Beruntung sisi komedi film ini terbilang berhasil mengocok perut terutama dari kerja keras Omesh serta karakter mertua pelit yang diperankan Roweina Umboh.

(kpl/abs/sic)

Editor:  

Angga S Priyono

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑