[Review] 'RECTOVERSO', Kisah Sedih Cinta Yang Terjalin Indah

Mahardi Eka Putra | 01 Maret 2013, 18:30 WIB
[Review] 'RECTOVERSO', Kisah Sedih Cinta Yang Terjalin Indah

KapanLagi.com - Oleh: Mahardi Eka Putra

RECTOVERSO mungkin tak cocok dengan penonton yang terbiasa dengan dongeng cinta berakhir bahagia. Peringatan saja, ombnibus yang digarap 5 sutradara wanita (Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Olga Lydia, Cathy Sharon, dan Happy Salma) dalam debutnya ini alih-alih menyajikan kisah cinta yang berakhir bahagia, justru menyodorkan kisah cinta yang sedih. Akan tetapi, cerita sedih tersebut entah mengapa terasa begitu indah dipandang, didengar, dan juga dirasa.

Lewat penuturannya, RECTOVERSO menggiring penonton untuk merasakan rasanya tersenyum bahagia, tertawa senang, sampai menangis sedih.

Meramu kelima kisah cinta adaptasi dari kumpulan cerpen Dewi Lestari dengan banyak tokohnya tentu bukan hal yang mudah. Salah satu solusi yang dipakai kelima sutradara tersebut adalah menyajikan kelima kisahnya (CICAK DI DINDING, MALAIKAT JUGA TAHU, FIRASAT, HANYA ISYARAT, dan CURHAT BUAT SAHABAT) dalam potongan-potongan plot yang mendukung kisah yang satu dengan lainnya meski sejatinya lima kisah tersebut bisa berdiri sendiri sebagai sebuah cerita pendek.

MALAIKAT JUGA TAHUMALAIKAT JUGA TAHU

Dalam MALAIKAT JUGA TAHU, ada kisah Abang (Lukman Sardi), penyandang autis yang hidup bersama dengan Ibu (Dewi Irawan) dan gadis cantik yang numpang kost di rumahnya, Leia (Prisia  Nasution). Lalu dalam CURHAT BUAT SAHABAT, ada curhatan Amanda (Acha Septriasa) kepada sahabatnya, Reggie (Indra Birowo) tentang problematika cintanya.

CURHAT BUAT SAHABATCURHAT BUAT SAHABAT

FIRASATFIRASAT

RECTOVERSO mengajak penonton untuk menyelami pergumulan batin Senja (Asmirandah) dengan firasat-firasatnya yang tak sanggup ia sampaikan. Masih seputar pergulatan batin, HANYA ISYARAT mengajak penonton menyepi ke pantai bersama Al (Amanda Soekasah) bersama dengan rekan-rekan travellingnya. Bukan perjalanan biasa, namun demi mengutarakan kekagumannya kepada "pujaan rahasia".

HANYA ISYARATHANYA ISYARAT

Terakhir ada kisah Saras (Sophia Mueller) dan Taja (Yama Carlos) yang lebih dewasa dan liar. Kisah mereka berdua ada dalam CICAK DI DINDING.

CICAK DI DINDINGCICAK DI DINDING

LIma kisahnya ini sebenarnya bisa dinikmati secara terpisah. Masing-masing punya semestanya sendiri. RECTOVERSO pun bisa tersaji seperti itu, akan tetapi Marcelladan kawan-kawan memilih untuk meleburnya menjadi sebuah narasi panjang yang berujung pada satu tema, yakni cinta yang terucap. 

Rangkaian plot kelima kisah di atas dibangun perlahan dan runtut tanpa membuat penonton kebingungan dalam menikmati leburan tersebut. Tak ada satu cerita yang tampil mendominasi.

Kalau pun MALAIKAT JUGA TAHU menjadi yang paling diingat oleh penonton selepas film berakhir, itu tak lain berkat pemilihan pemain yang pas. Lukman Sardi mampu "menghilang" di balik sosok abang yang sedang jatuh cinta dengan caranya. Lalu didukung oleh Dewi Irawanyang lewat aktingnya penonton bisa tahu mirisnya hati seorang ibu saat anaknya yang autis jatuh cinta kepada wanita yang tak mungkin bisa membalas cintanya.

Lalu ada CURHAT BUAT SAHABAT yang menjadi panggung Acha membuktikan aktingnya selepas diganjar Piala Aktris Terbaik FFI. Acha dengan fasih menggambarkan perasaan seorang wanita yang ingin move on dari kehidupan cintanya yang putus nyambung. Sedang HANYA ISYARAT, secara pribadi menjadi yang paling menyentil kalbu lewat kedalaman dialognya meski tersaji dalam penuturan yang datar. 

RECTOVERSO menjadi ekstensi karya tulis Dewi Lestari yang patut ditonton. Karena lewat rasa, telinga, dan mata, penonton larut dalam kisah cinta yang tak terungkap dalam RECTOVERSO.

(kpl/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑