[Review] 'REFRAIN', Berjalan Pulang ke Hatinya

Adi Abbas Nugroho  | 17 Juni 2013, 18:01 WIB
[Review] 'REFRAIN', Berjalan Pulang ke Hatinya
KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Muncul satu lagi film drama romantis yang diadaptasi dari novel remaja best seller. Kali ini giliran REFRAIN, Teenlit (Teen Literatur) karangan Winna Efendi yang bukunya sudah dicetak lebih dari 15 kali sejak rilis pada September 2009 lalu.

REFRAIN berkisah tentang Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgan Syah Reza) yang bersahabat sejak kecil. Suka, duka dan segala detail dalam hidup dilalui keduanya bersama-sama.

Namun semua berubah saat mereka menginjak usia Puber. Kedekatan Niki dengan Olivier (Maxime Bouttier), kapten tim basket SMA lain, membuat Nata menyadari satu hal: bahwa ia menyimpan rasa suka pada Niki. Sebagai antisipasi sikap cemburu, Nata memilih diam daripada merusak persahabatannya mereka.

Sementara itu ada Annalise (Chelsea Elizabeth Islan), murid pindahan hobi fotografi yang diam-diam menyukai Nata. Lalu, bagaimana akhir dari kisah cinta putih abu-abu ini? Kepada siapa hati masing-masing menemukan jalan pulang?

Semua manusia berdiri di bawah matahari yang sama, meski klise, REFRAIN memiliki kejutan-kejutan dalam lembar gambar yang tersaji selama hampir 90 menit durasi. Fajar Nugros mampu merepresentasikan naskah olahan Haqi Achmad dengan begitu cermat.

Sayang di beberapa part, karakter kurang dalam tergali. Belum lagi setting kota Vienna yang tak mampu ter-capture dengan baik.

Beruntung ensemble cast bermain dengan chesmistry yang mumpuni. Afgan memang masih terlihat kaku, namun dia mampu mengimbangi eksplorasi Maudy Ayunda sebagai Niki. Sementara itu Chelsea Elizabeth Islan yang diplot sebagai Annalise ternyata berhasil tampil cukup menarik perhatian dibarengi dengan kecantikan parasnya.

Menonton film ini, kita akan dibawa menikmati lugunya cinta remaja. Ringan, manis, meski relatif, karena pendar-pendar magisnya hanya bisa dirasakan oleh segmen penonton yang disasar: yakni remaja. Namun tak menutup kemungkinan bagi yang ingin bernostalgia mengenang indahnya masa SMA. Mengingat romantisnya perjalanan pulang menuju hati orang terkasih.

(kpl/abs)

Editor:  

Adi Abbas Nugroho

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑