Perjuangan Keluarga Kecil Hadapi Politik Dan Realita

Mahardi Eka Putra | 09 Mei 2014, 08:01 WIB
Perjuangan Keluarga Kecil Hadapi Politik Dan Realita
KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Pagi memperkenalkan kita pada Yan (Alex Komang), pejabat pemerintahan ‘lurus' walau godaan bernama uang selalu datang. Bersama Ratna (Nungki Kusumastuti) yang merupakan dosen filsafat, mereka dikaruniai tiga orang anak dengan karakter berbeda.

Anak pertama bernama Firman (Teuku Rifnu Wikana) yang baru saja bercerai dan kini penggangguran. Lalu kontraktor bernama Satria (Fauzi Baadillah) yang memiliki ambisi besar pada karirnya. Terakhir ada Dian (Adinia Wirasti), si bungsu yang memilih resign dari pekerjaannya menjelang pernikahan dengan anggota DPR bernama Hasan (Ibnu Jamil).

Pagi mulai berbeda saat Satria memenangkan jatah proyek pembangunan pelabuhan yang tidak disetujui oleh ayahnya. Keberhasilan tersebut dibayar dengan jatuhnya reputasi Yan yang dikenal tidak neko-neko. Seolah belum cukup, terkuaknya rahasia-rahasia hitam membuat mereka kembali mempertanyakan fungsi sebuah keluarga.

SEBELUM PAGI TERULANG KEMBALI merupakan besutan teranyar Lasja F Susatyo yang mengawali debut layar lebar lewat LOVELY LUNA (2004). Dalam filmnya kali ini, Lasja menyorot tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat namun jarang diangkat yakni: keluarga.

Lewat corong bernama keluarga, yang tentunya dekat dengan kehidupan sehari-hari, ia menyelipkan unsur perlawanan terhadap korupsi. Uniknya, Lasja tidak sibuk berceramah sehingga film yang diprakarsai oleh Transparency International Indonesia bekerja sama dengan Cangkir Kopi ini menjadi sederhana namun menyentuh dengan cara sendiri. Ia menyajikan semua lewat medium gambar, dialog, serta karakterisasi yang diperankan oleh sederet nama tak asing di scene perfilman Nasional.

Credit juga patut diberikan pada Sinar Ayu Massie selaku penulis naskah. Dia berhasil membagi porsi antar tokoh menjadi seimbang hingga performa para mereka tidak terbuang percuma.

Poin yang menjadi catatan film ini mungkin pada pilihan konklusi. Ia terkesan mencari gampang di tengah sederet konflik yang berteriak meminta penyelesaian. Bila saja konflik dikerucutkan, seperti membuang plot tentang hubungan Firman dengan Nisa (Maryam Supraba), mungkin akan muncul sederet alternatif lain.

Meski begitu, SEBELUM PAGI TERULANG KEMBALI sukses mengobati sebuah rindu akan drama keluarga. Sajian yang jarang diangkat namun memiliki banyak cerita untuk disampaikan.

 

(kpl/abs/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑