Hati-Hati Dengan Telingamu

Angga S Priyono | 19 Agustus 2014, 07:51 WIB
Hati-Hati Dengan Telingamu
KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Perkenalkan, tukang pijat itu bernama Naga (Teuku Rifnu Wikana). Ia seorang kepala rumah tangga yang hidupnya lurus-lurus saja.

Hidup Naga yang repetitif mulai berkelok saat ia menjadi langganan pijat orang-orang berduit. Sebut saja Ustaz Etawa (Lukman Sardi) sang ketua Partai Amal Syurga yang melakukan suap, Piton Wangsalaba (Ray Sahetapy) yang berkeinginan menjadi Presiden, news anchor TV9 bernama Chika Cemani (Jenny Chang), serta Tikis Queenta (Kelly Tandiono) si pelobi ulung yang tidak hanya cantik tapi juga seksi.

Skandal politik, seks dan uang, itulah cerita yang didengar Naga saat ia memijit orang-orang tersebut. Namun ia lupa bilang kepada telinganya agar berhati-hati; bila apa yang ia dengar, tak semuanya harus disuarakan.

NEGERI TANPA TELINGA adalah besutan terbaru Lola Amaria setelah MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK dan KISAH 3 TITIK. Bila sebelumnya ia mengangkat potret TKW di negeri orang serta kehidupan buruh, kini Lola bermain-main dengan ranah politik. Ya, melalui film ketiganya ini Lola berusaha menyuarakan keresahan seseorang akan negerinya. Dan keresahan tersebut berhasil disampaikan dengan cukup baik lewat black comedy yang naskahnya ia garap bersama Indra Trenggono.

NEGERI TANPA TELINGA © twitter.com/tanpatelingaNEGERI TANPA TELINGA © twitter.com/tanpatelinga

Meski terlihat berat dengan muatan politiknya, NEGERI TANPA TELINGA dituturkan dengan gaya yang sederhana dan comical. Terlebih lagi permainan parodi karakter dalam film (yang bisa kita tebak siapa dan bagaimana nasib mereka saat ini), cukup seru untuk disimak. Naskah yang menarik tersebut didukung oleh deretan aktor dan aktris yang bermain dengan gemilang, dari Lukman Sardi, Ray Sahetapy, Teuku Rifnu Wikana, Kelly Tandiono sampai yang lagi-lagi mencuri perhatian; Tanta Ginting sebagai Mr Marmood dengan suara yang unik.

Poin yang menjadi catatan untuk film ini terdapat pada klimaks yang lemah. Beruntung hal minor tersebut mampu dieksekusi oleh performa keseluruhan film ini yang memuaskan. Memang, NEGERI TANPA TELINGA tampil tidak begitu sempurna seperti hakekatnya sebuah karya. Namun Lola berhasil memanifestasikan potret negeri ini untuk rekam jejak film Indonesia di masa mendatang.

(kpl/abs/sic)

Editor:  

Angga S Priyono

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑