Cinta Sejati Terhalang Keterbatasan Fisik

Editor KapanLagi.com | 25 April 2014, 13:01 WIB
Cinta Sejati Terhalang Keterbatasan Fisik
KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Tania (Dinda Dianeersky) adalah gadis tunanetra yang merasa lebih hidup ketika bermain biola. Sejak kecil ia berteman dengan Tara (Ferly Putra) yang menjadi matanya dalam mengenal dunia. Kedekatan tersebut menumbuhkan benih-benih cinta yang terasa sulit diungkapkan saking dekatnya hubungan tersebut.

Sementara itu Ibu Tania (Ike Muti) berusaha mengumpulkan uang demi mendapatkan cangkok mata agar sang anak bisa melihat. Lantaran bekerja sebagai agen MLM penghasilan yang didapat tak sebanding, dirinya berniat menjodohkan Tania dengan pria kaya dan tampan bernama Genta (Afdhal Yusman) yang pernah memborong barang dagangannya.

Tara dan Tania @foto: Agnasa Film ProductionTara dan Tania @foto: Agnasa Film Production

Tentu saja usaha perjodohan itu ditolak mentah-mentah karena di hati Tania hanya ada Tara, begitu pun sebaliknya. Namun terlanjur, keinginan sang Ibu membahagiakan Tania malah menjadi obsesi yang akhirnya membuat anak sulungnya itu tersiksa.

Kepada siapakah akhirnya pilihan Tania berlabuh: Tara yang menjadi matanya, atau Genta pria pilihan ibunya?

TANIA adalah fitur yang menjadi produksi perdana Agnasa Film Production dengan Agung NS Nanda duduk di kursi sutradara. Sebagai debut film panjang, Agung yang juga menjabat sebagai penata artistik terlihat begitu piawai dalam mengemas 'anaknya'. Gambar yang ia tangkap begitu cantik dan terjaga. Pun dengan musik gubahan Eross Chandra yang menyayat.

Namun penulisan naskah oleh Novia Faizal (dibantu pula oleh sang sutradara) memiliki dua sisi mata uang yang menjadi perhatian saya. Pertama, sebagai drama dengan main character memiliki kekurangan (dalam kasus ini ialah kebutaan), bisa dibilang pilihan berani dengan tidak terlalu over dalam hal dramatisasi. Seperti kebiasaan film kita, tokoh utama jenis ini seringkali terjebak pada konklusi klise: sudah jatuh tertimpa tangga.

Poster Promo TANIA @foto: Agnasa Film ProductionPoster Promo TANIA @foto: Agnasa Film Production

Sayangnya, untuk menghindari hal klise tersebut, penulis seolah lupa memasukkan emosi dalam karakter-karakternya. Terutama motivasi melakukan tindakan di sepanjang film. Hal itulah yang kemudian menjadikan TANIA lemah merebut hati penonton karena ia lupa mengajak mereka untuk peduli dengan nasib para tokohnya.

Bahkan menurut catatan saya, tidak disebutkan penyakit apa yang membuat ibu Tania begitu 'berlebihan' kepada anaknya. Ditambah ending yang terkesan dipaksakan seolah tidak ada alternatif lain.

Beruntung TANIA masih didukung oleh pemain-pemain yang pas mengemban peran masing-masing dari Dinda Dianeersky, Wulan Guritno, Ferly Putra, Afdhal Yusman, sampai Ike Muti. Sehingga di balik kekurangan tersebut film ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

 

 

 

 

 

 

 

(kpl/ang)

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑