Bersatu Rebut Kembali Teater JKT48

Mahardi Eka Putra | 07 Juni 2014, 11:51 WIB
Bersatu Rebut Kembali Teater JKT48
KapanLagi.com - oleh: Abbas Aditya

Kehadiran JKT48 di scene musik tanah air menjadi sebuah fenomena tersendiri. Dengan konsep: 'Idola yang bisa ditemui setiap hari', kemunculan group idol pada akhir tahun 2011 satu ini sukses memiliki fans fanatik.

Maka tidak butuh waktu lama untuk menunggu sebuah film tentang mereka dan keloyalan fans. Karena awal Juni ini production house Maxima Pictures merilis VIVA JKT48 yang dinahkodai Awi Suryadi.

Film dibuka oleh Melody, Nabilah, Haruka, Rona, Cindvia, Ayana, Shania dan Naomi yang keluar dari dalam koper di tengah kandang komodo. Belum terjawab kebingungan kenapa bisa ada di sana, member JKT48 tersebut mendapati fakta bila teater mereka sudah diambil alih oleh Miss Kejora (Ayu Dewi) dengan group idol bentukannya bernama BKT48.

Seolah belum cukup bingung, Takeshi-san (Nobuyuki Suzuki) selaku manajer mengatakan bila mereka berdelapan telah mengundurkan diri. Disusul member lain yang memilih graduate sehingga JKT48 resmi dibubarkan.

Merasa dijebak, dibantu oleh tiga fansnya, Melody dan kawan-kawan membuktikan jika JKT48 tidak bubar. Mereka juga berusaha merebut kembali teater dengan mengumpulkan uang sebesar Rp 1 miliar. Berhasilkah delapan gadis cantik ini mengambil kembali apa yang hilang dari mereka?

Mengandalkan pamor JKT48 yang sedang naik, tidak ada yang salah dengan niat Maxima Pictures membuat film mengenai pelantun tembang Maafkan Summer tersebut. Namun melihat hasil akhirnya, VIVA JKT48 terkesan aji mumpung karena tidak digarap dengan maksimal.

Awi Suryadi boleh saja membuat tampilan film ini begitu cantik (terlepas dari pemain yang memang sudah cantik) dengan editing atraktif serta lagu pengiring yang familiar seperti Heavy Rotation, River sampai Gadis Remaja. Sayangnya selain klise, naskah film garapan Cassandra Massardi, Alim Sudio dan Raditya sangat berantakan dengan banyak plot hole tersebar.

Fans boleh saja dibuai oleh idola mereka di layar lebar. Tapi jika tidak ditunjang dengan cerita yang solid untuk apa? Belum lagi akting pemain yang masih sangat kaku.

Andai saja konsep ceritanya dibuat lebih matang, waktu syuting yang cukup panjang, serta dibantu dengan pendalaman akting bagi Melody, Nabilah dan yang lain, mungkin VIVA JKT48 bisa lebih daripada ini. Karena benar, film ini memiliki potensi sangat besar untuk itu. Sungguh disayangkan.

 

 

(kpl/abs/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑