Kriminalitas Dibalut Olahraga Ekstrem Untuk Kesempurnaan

Fitrah Ardiyanti  | 05 Desember 2015, 12:52 WIB
Kriminalitas Dibalut Olahraga Ekstrem Untuk Kesempurnaan
KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Meski dibidani oleh sutradara wanita, POINT BREAK sukses menjadi tontonan yang maskulin. Tidak hanya meraih kesuksesan secara finansial pada saat itu, film besutan Kathryn Bigelow ini juga turut memberi pengaruh terhadap perkembangan sinema dunia.

Tanpa terasa 24 tahun berlalu sejak action crime yang mengadu Keanu Reeves dan Patrick Swayze dalam satu frame itu dirilis. Kini, Ericson Core yang sebelumnya menjadi sinematografer THE FAST AND THE FURIOUS (2001) dipercaya menahkodai versi remake-nya.

Bertahun-tahun setelah kematian sahabatnya, Johnny Utah (Luke Bracey) memutuskan bergabung dengan FBI. Tugas pertamanya adalah melakukan penyelidikan teror berskala global yang diduga dilakukan penganut ajaran Ozaki 8; delapan cara mencapai kesempurnaan.

Dalam penyelidikannya itu, ia bertemu dengan Bodhi (Edgar Ramirez) dan kelompoknya. Kedekatan keduanya membuat FBI ragu kepada siapakah akhirnya Johnny berpihak.

Sebagai daur ulang, terdapat beberapa perubahan meski tidak bergeser dari pakem versi original. Seperti aksi kawanan Bodhi yang tak lagi menggunakan topeng mantan-mantan presiden Amerika Serikat, melainkan setelan serba hitam yang too mediocre.

2 Aktor POINT BREAK 2015 belum mampu saingi pesona 2 aktor lawasnya/©Warner Bros. Pictures2 Aktor POINT BREAK 2015 belum mampu saingi pesona 2 aktor lawasnya/©Warner Bros. Pictures

Dari segi cerita, kasarannya, tidak terlalu penting baik remake maupun aslinya. Karena bukan itu yang ingin dihadirkan oleh POINT BREAK. Melainkan sequence action dibalut olahraga ekstrem. Di mana versi baru ini berada satu tingkat dari pendahulunya.

Tidak cuma surfing atau skydiving, tapi lebih bervariasi dari snowboarding di pegunungan terjal, wingsuit flying, free climbing sampai opening scene di mana Johnny beraksi dengan motocross demi dapatkan jutaan viewers di Youtube. Semua berhasil di-capture dengan tangkas. Camera movement beberapa kali diambil dari sudut pandang orang pertama sehingga kengerian lebih terasa.

Luke Bracey yang mengawali debutnya dalam film MONTE CARLO (2011) tidak berusaha menyaingi pesona Keanu, begitu pun Edgar Ramirez. Keduanya berakting aman dan santai. Yang menjadi perhatian malah gaya rambut mereka yang seperti ditukar. Bracey menjadi gondrong pirang seperti Swayze, sementara rambut gelap Ramirez dipotong cepak meski tidak seklimis Reeves.

Sebagai remake, POINT BREAK berhasil menyajikan tontonan akhir tahun bernuansa blockbuster musim panas dengan paket lengkap. Ia tak bisa dibilang mengecewakan lantaran pas disajikan untuk penonton kini. Apalagi ada adegan ikonik ketika Johnny Utah mengarahkan tembakan ke langit yang tetap dipertahankan. Patut diapresiasi. 

(kpl/abs/tch)

Editor:  

Fitrah Ardiyanti

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑