Perjuangan Bertahan Hidup Pasca Serangan Paus Raksasa

Fitrah Ardiyanti  | 07 Desember 2015, 12:52 WIB
Perjuangan Bertahan Hidup Pasca Serangan Paus Raksasa
KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Novel Moby-Dick karya tersohor Herman Melville rupanya diilhami dari kejadian nyata. Ratusan tahun setelah novel itu terbit, tragedi berlatar lautan lepas yang menjadi dasar cerita Melville diungkap Nathaniel Philbrick dalam buku non fiksi bertajuk IN THE HEART OF THE SEA.

Kisah nyata luar biasa itu menarik minat Ron Howard untuk mengadaptasinya dalam medium film. Sutradara peraih Oscar ini kemudian mengajak Chris Hemsworth bekerja sama lagi dengannya setelah RUSH (2013) sebagai kelasi utama bernama Owen Chase.

Pada tahun 1820 kapal pemburu paus bernama Essex diberangkatkan dari Nantucket, sebuah pulau di Massachussets. Kapal yang dipimpin kapten George Pollack (Benjamin Walker) itu ditugaskan melakukan perburuan paus bernilai besar.

Sayangnya, di tengah jalan kapal mereka hancur akibat serangan brutal seekor paus sperma raksasa buruan mereka. Menggunakan sekoci dan ransum tersisa, berhasilkah George Pollack dan Owen yang berselisih sejak awal pertemuan kembali membawa awak mereka ke daratan?

Perburuan paus berujung petaka/©Warner Bros. PicturesPerburuan paus berujung petaka/©Warner Bros. Pictures

Dalam imaji otak saat membaca dasar penggarapan film ini pasti akan muncul gambaran mencekam teror paus raksasa sepanjang film. Juga sisi emosional saat karakter-karakternya berubah menjadi kanibal demi bertahan hidup di tengah laut biru.

Hanya saja, presentasi apik yang disajikan lewat format kilas balik kehilangan taji pada paruh ketiga. Proses bertahan hidup Pollack - Owen benar-benar kering tak bernyawa. Bak sekoci yang ditumpangi, film ini pun terombang ambing tanpa tujuan.

Meski terbilang mengecewakan, Ron Howard masih mampu memberikan bagian-bagian terbaik untuk film yang juga diproduserinya ini. Andai saja ayah dari aktris Bryce Dallas Howard tersebut mau memberi sedikit waktu untuk membenahi sedikit kekurangan naskah ketimbang sibuk mengurusi teknis, pastilah film ini menjadi sajian yang lebih greget. 

(kpl/abs/tch)

Editor:  

Fitrah Ardiyanti

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑