Tuhan Ciptakan Manusia, Manusia Ciptakan Keabadian

Fitrah Ardiyanti  | 08 Desember 2015, 12:52 WIB
Tuhan Ciptakan Manusia, Manusia Ciptakan Keabadian
KapanLagi.com - Oleh: Tita Chamberlin

Apa yang kalian lakukan kalau punya uang banyak dan bisa membeli apapun yang kalian inginkan? Bisa jadi kalian akan melakukan hal gila seperti milionaire Damian Hale ini.

Sang pengusaha super kaya ini didiagnosa menderita kanker stadium akhir. Setiap hari, kondisinya makin menurun drastis, hinga suatu hari ia bertemu dengan ilmuwan bernama Profesor Albright (Matthew Goode).

Sang ilmuwan menawarkan sebuah metode pengobatan radikal yang disebut shedding. Proses ini memindahkan kesadaran manusia dari tubuh yang sakit ke dalam tubuh lain yang lebih sehat dan terpilih. Setuju dengan Albright, Damian yang punya hubungan kurang baik dengan putrinya merencanakan sendiri proses kematiannya.

Tubuhnya memang telah mati. Namun, seluruh kesadarannya dengan sukses telah berpindah ke tubuh lain yang lebih muda. Damian hidup kembali dalam tubuh Mark (Ryan Reynolds), dan kini punya identitas baru sebagai Edward Kittner.

Ganteng, punya tubuh sempurna dan kaya, Edward pun langsung jadi primadona di lingkungan barunya. Ia berkenalan dengan Anton (Derek Luke) dan menjadi Don Juan yang meniduri puluhan wanita. Tapi, dirinya sama sekali tak boleh melewatkan untuk meminum satu buah pil setiap harinya.

Proses Shedding mampu menukar kesadaran manusia ke tubuh lain, membuat manusia jadi immortal/©Focus FeaturesProses Shedding mampu menukar kesadaran manusia ke tubuh lain, membuat manusia jadi immortal/©Focus Features

Suatu saat, Edward memutuskan untuk melewatkan sesi minum obatnya. Apa yang terjadi? Dirinya diserang halusinasi berlebihan. Dalam bayangannya itu, ia melihat seorang perempuan berambut keriting dan seorang anak kecil, di halaman sebuah rumah. Penasaran, ia pun bertanya kepada Albright.

Albright tak memberi jawaban memuaskan dan menyuruhnya untuk terus minum obat. Ia berdalih halusinasi tersebut adalah efek samping proses shedding. Saking penasarannya, Edward pun mencari di mana lokasi rumah yang ada di dalam halusinasinya. Hal ini malah membuat Albright marah.

Ternyata, dirinya tak ingin sesuatu yang jahat dalam proses shedding ini terungkap. Apa yang berusaha diungkap oleh Damian a.k.a. Edward? Apakah dirinya bakal selamat?

Film yang digarap oleh sutradara Tarsem Singh ini memang patut diacungi jempol. Ceritanya cukup original, meski cerita yang hampir mirip juga pernah diangkat dalam CHAPPIE, yang memindah kesadaran Dev Patel ke dalam sebuah robot artificial intelligence.

Berdurasi agak panjang, film sci-fi thriller ini memang tak terlalu gampang dicerna. Butuh konsentrasi yang tinggi agar kita mampu memahami benang merah cerita.

Ada sesuatu yang hilang, kala kehadiran si wanita berambut keriting, Madeline (Natasha Martinez) mulai 'merusuhi' kehidupan Damian. Sang sutradara nampak kurang jago mengaitkan satu scene ke scene lain sehingga penonton bisa memahami alur dan tak kehilangan rasa penasaran.

Meski loose dan kurang spesial, film ini benar-benar merepresentasikan arti SELF/LESS sesungguhnya. Merasa tak lagi bermanfaat hidup di tubuh orang lain, Damian Hale pun memilih untuk mengalah dan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Madeline dan Mark. Well, untuk melepas penat selesai bekerja dan kuliah, aksi Ryan Reynolds dan Ben Kingsley ini boleh juga untuk ditonton.

(kpl/tch)

Editor:  

Fitrah Ardiyanti

BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑