10 Potret Perjuangan dan Tetes Air Mata Seorang Ibu Penjual Ketupat Sayur Padang dan Nasi Uduk

Rabu, 14 April 2021 09:32
10 Potret Perjuangan dan Tetes Air Mata Seorang Ibu Penjual Ketupat Sayur Padang dan Nasi Uduk

Bu Padang biasa terlihat bersama gerobak sederhananya di sekitaran Jalan Cijago. Beliau menjual ketupat sayur padang, nasi uduk dan beberapa makanan lainnya.

Di tengah hiruk-pikuk salah satu sudut Kota Jakarta, terlihat sosok seorang ibu penjual ketupat sayur padang dan nasi uduk yang dengan sabar menanti kedatangan pelanggan. Wanita setengah baya itu bernama Ibu Yuli atau akrab disapa Bu Padang oleh warga sekitar. Beliau sudah 3 tahun lamanya berjualan ketupat sayur padang dan nasi uduk guna menyambung hidup. Dan tak disangka, rupanya Bu Padang menyimpan sebuah kisah yang cukup mengharukan di balik perjuangannya tersebut. Simak foto-foto dan ceritanya berikut..

Bu Padang biasa terlihat bersama gerobak sederhananya di sekitaran Jalan Cijago. Beliau menjual ketupat sayur padang, nasi uduk dan beberapa makanan lainnya.
Sudah 3 tahun lamanya Bu Yuli berjualan. Namun dulunya beliau hanya menggunakan meja kayu saja dan berjualan di depan rumahnya.
Kini, Bu Yuli sudah bisa berjualan menggunakan gerobak hasil bantuan dari Kitabisa, Human Initiative dan juga para Selfitta (penggemar Selfi LIDA) yang berdonasi pada event KapanLagi Dangdut Goyang amal beberapa waktu lalu.
Dulunya, Bu Yuli selalu ditemani oleh sang suami untuk berdagang, namun kini Ia hanya sendirian semenjak sang suami meninggal dunia.
Saat bercerita mengenai sosok sang almarhum suami, tangis air mata pun tak bisa terbendung menetes di pipi Bu Yuli.
Bu Padang bercerita jika Ia dan almarhum sudah 41 tahun bersama sebelum maut memisahkan. Mereka dulu terbiasa pergi ke manapun berdua. Kini Ia harus menghadapi kerasnya hidup seorang diri.
Kini Bu Yuli hanya dibantu oleh sang anak, yakni mendorong gerobak dari rumah ke lokasi berjualan.
Bu Yuli mengku omzet yang didapatkannya bisa mencapai Rp 300 hingga Rp 400 ribu per hari jika beliau dalam kondisi sehat.
Namun tak bisa dipungkiri jika kondisi pandemi juga kerap membuat dagangannya jadi lebih susah terjual.
Bu Padang selalu menyambut para pembeli dengan begitu hangat dan ramah, siapapun mereka.

Topik Terkait