14 Kerajaan Bisnis Sumber Kekayaan Kaesang Pangarep, Dari Jualan Nugget Pisang Sampai Direktur Utama Klub Sepak Bola

Senin, 22 Maret 2021 14:04
14 Kerajaan Bisnis Sumber Kekayaan Kaesang Pangarep, Dari Jualan Nugget Pisang Sampai Direktur Utama Klub Sepak Bola

Sang Pisang, jajanan berbentuk pisang nugget ini menjadi bisnis pertama Kaesang. Ia meresmikan bisnis ini pada tahun 2017 lalu. Dan sampai saat ini, Sang Pisang sudah punya lebih dari 60 cabang di seluruh Indonesia, dan beberapa di negara Asia Tenggara.

Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi ini memang dikenal sebagai salah satu pengusaha muda. Tak hanya satu, Kaesang pun punya beberapa bisnis, mulai dari kuliner sampai perusahaan start up berbasis digital.  Tak salah jika publik pun menyebutnya menjadi salah satu anak muda yang pintar dan cerdas dalam mencari peluang. Bahkan, Kaesang kini juga disebut-sebut sebagai salah satu pengusaha muda yang memiliki kekayaan berlimpah. Menjadi anak muda kreatif, berikut ini adalah deretan kerajaan bisnis sumber kekayaan Kaesang Pangarep, dari kuliner, perusahaan start up, sampai kini jadi pemilik utama klub sepak bola.

Sang Pisang, jajanan berbentuk pisang nugget ini menjadi bisnis pertama Kaesang. Ia meresmikan bisnis ini pada tahun 2017 lalu. Dan sampai saat ini, Sang Pisang sudah punya lebih dari 60 cabang di seluruh Indonesia, dan beberapa di negara Asia Tenggara.
Kaesang kemudian mulai mengembangkan potensinya di bisnis lain. Setelah kulinar, pria 26 tahun ini pun mendirikan clothing line dengan nama Truz dan Sang Java. 
Kaesang kemudian juga mulai merambah bisnis di dunia digital dengan membuat aplikasi berbasis Android bernama Madhang Indonesia. Aplikasi ini bergerak di bidang jual beli masakan rumahan, sehingga para penjual tak perlu repot-repot membuka warung atau restoran.
Kaesang juga mulai merambah dunia permainan. Berkolaborasi dengan Erwin Skripsiadi, mereka membuka bisnis kartu permainan bernama Hompimpa Games. Kartu ini pun dijual dengan harga ratusan rupiah.
Menyadari pentingnya dunia informasi dan teknologi, Kaesang pun membuka Enigma Camp sebagai tempat pelatihan orang-orang untuk belajar lebih dalam mengenai dunia IT, pelatihan programming dan coding.
Bisnis start up Kaesang yang kedua adalah Kerjaholic. Bisnis digital yang ia kelola bersama sang kakak, Gibran Rakabuming ini bergerak di bidang jasa pencarian lapangan pekerjaan. Kerjaholic merupakan platform lowongan kerja khusus di wilayah Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Diketahui, Kaesang Pangarep juga memiliki ternak lele di Solo. Bisnis ini sudah ia tekuni sejak 2019 lalu. Ternak lele Kaesang pun terbilang besar dan sukses dengan menjadi pemasok lele terbesar di beberapa pasar di Indonesia.
Bisnis kuliner lain selain Sang Pisang adalah Let's Toast. Menyadari bahwa kuliner roti bakar atau roti panggang mulai viral, Kaesang pun mendirikan bisnis ini dan sudah punya 6 cabang di Jakarta.
Tak ingin ketinggalan dengan trend ayam goreng, Kaesang pun membuka bisnis kuliner lagi dengan bahan dasar ayam yang ia beri nama Yang Ayam.
Masih bisnis di bidang kuliner, berkolaborasi bersama Gibran dan Chef Arnold, Kaesang pun mendirikan bisnis kuliner bernama Mangkokku. Bisnis ini juga sudah punya beberapa cabang di Indonesia.
Bisnis kuliner sepertinya memang menjadi salah satu bisnis yang cukup banyak ditekuni oleh Kaesang. Setelah sukses dengan beberapa makanan, ia kembali berkolaborasi dengan sang kakak dan mengeluarkan produk snack terbaru bernama Siap Mas. Makanan ringan ini pun sudah bisa ditemukan di mini market seluruh Indonesia.
Bisnis kuliner terakhir dari Kaesang Pangarep adalah TernaKopi. Bisnis kedai kopi yang ia dirikan sejak tahun 2019 ini terbilang sukses. Dengan harga yang cukup terjangkau, TernaKopi mulai digemari masyarakat. Kaesang juga bekerja sama dengan salah bioskop di Indonesia untuk menempatkan produk TernaKopi ini.
Selain bisnis, Kaesang juga menjadi seorang youtuber. Kanal youtube dengan nama Kaesang itu pun kini sudah memiliki 1,1 juta pelanggan dan terus bertambah.
Dan terakhir, belum lama kerajaan bisnis Kaesang semakin lengkap dengan menjadi pemiliki dan direktur utama klub sepak bola Persis Solo dengan kepemilikan saham mencapai 40%.