9 Potret Rumah Baru Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion di Bali, Unik Bergaya Industrial - Tinggi Pintunya Capai 7 Meter

Selasa, 19 Januari 2021 11:54
9 Potret Rumah Baru Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion di Bali, Unik Bergaya Industrial - Tinggi Pintunya Capai 7 Meter

Menurut Ditto, rumah ini dibangun di atas tanah seluas 150 meter persegi. Bergaya industrial, rumah ini punya pintu yang tinggi banget. Ya, tingginya capai 7 meter lho!

Memutuskan pindah ke Bali, Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion membangun sebuah rumah di sana. Rumah baru mereka ini terbilang unik dengan nuansa industrialis yang kental. Seperti apa sih rumah mereka? Intip yuk!

Menurut Ditto, rumah ini dibangun di atas tanah seluas 150 meter persegi. Bergaya industrial, rumah ini punya pintu yang tinggi banget. Ya, tingginya capai 7 meter lho!
Seperti rumah pada umumnya, rumah Ayu ini juga dilengkapi dapur. Area ini didesain sendiri oleh Ayu. Ia gunakan nuansa abu-abu, hitam dan cokelat untuk dapur.
Selanjutnya, ada ruang tengah. Ruang ini dilengkapi sebuah televisi berlayar datar yang lebar. Ada juga meja panjang penuh dengan laci. Sebuah sofa empuk tertata rapi di depannya.
Masih di lantai satu, rumah Ayu dan Ditto punya kolam renang. Di salah satu sudut kolam ada kursi yang nyaman banget. Sudut ini bakal jadi sudut favorit mereka.
Untuk menuju lantai selanjutnya, siapapun langsung disuguhi tangga dengan teralis panjang ini. Kesan edgy seketika menyelimuti. Wah, bakal ada apa nih di lantai 2 rumah Ayu?
Rupanya di lantai dua ada kamar tidur utama. Kamar tidur ini dilengkapi lemari-lemari dan meja rias Ayu. Selain itu, sebuah kasur berukuran 200 x 200 cm tertata rapi di sana.
Selain kamar tidur, ada juga studio musik Ditto. Studio ini tak hanya lengkap dengan berbagai alat, tapi juga nyaman banget. Gimana nggak nyaman, dari studio ini bisa langsung melihat pemandangan Bali yang indah.
Ditto dan Ayu punya ruangan meeting yang cukup luas. Selain dilengkapi sofa empuk, di ruang ini juga terdapat satu set meja dan kursi kayu. Di sini lah mereka biasa brainstorming bersama team.
Yang tak kalah unik, Ayu dan Ditto memilih menggunakan furnitur kayu untuk tempat AC mereka. Hal ini dipilih sebab dengan begitu, nuansa ruangan tetap terjaga.