9 Potret Tania Ayu yang Diduga Terlibat Prostitusi Online, Pengadilan Sebut Adanya Tarif Hingga 30 Juta Rupiah

Sabtu, 24 Juli 2021 22:38
9 Potret Tania Ayu yang Diduga Terlibat Prostitusi Online, Pengadilan Sebut Adanya Tarif Hingga 30 Juta Rupiah

Fakta baru dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis TA yang disebut dalam surat putusan sebagai Tania Ayu Siregar kembali terungkap. 

Sosok Tania Ayu kembali viral karena kasusnya masih diproses hingga saat ini. Dirinya sendiri berstatus sebagai saksi dalam kasus prostitusi online ini. Seperti apa potret cantik Tania? Simak selengkapnya di sini.

Fakta baru dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis TA yang disebut dalam surat putusan sebagai Tania Ayu Siregar kembali terungkap. 
Salah satunya adalah mengenai tarif yang dipasang terhadap wanita yang berstatus sebagai saksi tersebut. Tertera dalam surat putusan Pengadilan Negeri Bandung, artis TA memiliki tarif minimal Rp 15 juta.
"Bahwa perempuan-perempuan yang pernah diiklankan di www.bintangmawar.net untuk prostitusi online oleh para terdakwa di antaranya saksi Tania Ayu Siregar dengan tarif durasi pendek (short time) sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan durasi panjang (long time) Rp 30.000.000,-," tulis surat tersebut dilansir Liputan6.
Dalam kasus ini, ada empat terdakwa yang telah divonis bersalah. Mereka masing-masing berinisial AH alias Nookie28, RJ alias Meauw, MR alias Alona dan VD alias Jennifer.
AH dan RJ gunakan www.bintangmawar.net untuk mengiklankan perempuan, artis, dan selebgram untuk melakukan protitusi secara online. 
Sedangkan terdakwa MR dan VD berperan untuk mencari perempuan yang akan diiklankan tersebut.
Usai ditangkap polisi pada 17 Desember 2020, artis TA memberi kesaksian soal tarif untuk menginap.
"Bahwa diperoleh pengakuan saksi Tania Ayu Siregar, dimana saksi Tania Ayu Siregar suka dipesan melalui akun Nookie28 dengan bayaran short time Rp 30.000.000. dan untuk long time menginap Rp 70.000.000," masih dikutip dari surat putusan.
Terdakwa AH dan RJ sendiri dihukum dengan pidana penjara masing-masing selama enam bulan. Sementara MR dan VD dipidana masing-masing 10 bulan penjara dan denda masing-masing Rp 50 juta rupiah.

Topik Terkait