Gathering Film DARAH GARUDA di Pisa Kafe Mahakam

Rabu, 22 September 2010 16:01
Gathering Film DARAH GARUDA di Pisa Kafe Mahakam

Atas pencapaian yang telah diraih oleh film DARAH GARUDA, para pemainnya mengadakan gathering di Pisa Kafe Mahakam, Selasa (21/09).

Sebagai seorang aktor yang bisa dibilang 'disegani', Lukman Sardi punya pendapatnya sendiri mengenai perfilman Indonesia. Putra Idris Sardi inipun menyatakan bahwa keberagaman tema adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh perfilman Indonesia. Selanjutnya....

Atas pencapaian yang telah diraih oleh film DARAH GARUDA, para pemainnya mengadakan gathering di Pisa Kafe Mahakam, Selasa (21/09).
Pantas saja segenap kru produksi dan pemain film ini mengadakan syukuran, jumlah penonton yang menonton film ini kabarnya mencapai 700.000 penonton.
Astri Nurdin mengaku tak menyangka serta terharu saat mengetahui bahwa jumlah penonton film 'DARAH GARUDA' tembus 700 ribu.
Dipasangkan dengan Lukman Sardi, alih-alih grogi, Astri Nurdin mampu menunjukkan kualitas aktingnya yang menawan.
Dalam mengasah kemampuan aktingnya, Astri Nurdin berguru kepada maestro akting, Slamet Rahardjo.
Walau film yang dibintanginya hampir semuanya bagus, Atiqah mengaku tak mau pongah dan siap menerima kritikan.
Dalam karirnya sebagai aktris, Atika mengaku sosok sang mama, Ratna Sarumpaet, adalah sosok penting di balik kesuksesannya.
Walau sudah terbiasa dikritik, namun Atiqah acapkali merasa 'panas' setiap pertama kali mendapat kritikan.
Aktor Donny Alamsyah yang dulu pernah mengikuti kursus bela diri mengaku berkeinginan untuk bermain dalam film laga.
Aktor yang satu ini kabarnya sedang membuat film untuk para penderita kanker. Hasil dari pembuatan film tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun rumah singgah bagi para penderita tersebut.
Aktor yang disegani kepiawaian aktingnya, Lukman Sardi, mengaku duinia perfilman Indonsia butuh tema-tema baru agar penonton tak merasa bosan.
Ia juga menyatakan bahwa keberagaman tema adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh perfilman Indonesia.
Sebagai seorang putra bangsa, Lukman pun mengaku optimis bahwa film Indonesia akan maju dengan adanya banyak film baru.
Banyaknya film horor yang beredar di masyarakat, diakui Lukman, tak lepas dari minat masyarakat yang masih tinggi.
Tak mau mengikuti jejak sang kakek, begawan ekonomi Indonesia, Sumitro Djoyohadikusumo, Rahayu Saraswati memilih dunia akting untuk digeluti.
Walau sang ayah adalah produser dari film yang diperaninya, Rahayu tak mau setengah-setengah dalam melakoni perannya. Akting dalam MERAH PUTIH dan DARAH GARUDA sungguh memikat.
Dengan background pendidikan teater selama di universitas, karir Rahayu Saraswati bakal panjang di dunia perfilman tanah air.