Ibra Azhari di Kejaksaan Negeri Jakbar

Ibra saat datang di Kejaksaan Negeri Jakbar, Kamis (11/11) hanya dengan celana pendek, t-shirt warna biru dan bersandal jepit.

Ibra saat datang di Kejaksaan Negeri Jakbar, Kamis (11/11) hanya dengan celana pendek, t-shirt warna biru dan bersandal jepit.

Ibra saat datang di Kejaksaan Negeri Jakbar, Kamis (11/11) hanya dengan celana pendek, t-shirt warna biru dan bersandal jepit.
Meski dijemput mendadak, Ibra tetap kooperatif untuk dibawa pihak Kejaksaan.
Secarpiandy, kuasa hukum Ibra, menemani kliennya datang di Kejaksaan Negeri Jakbar, Jakarta, Kamis (11/11).
Secarpiandy dan Ibra saat di ruang Kejaksaan menunggu penyerahan berkas dari kepolisian.
Ibra datang dengan menggunakan celana pendek dan kaos biru serta sendal jepit didampingi sang kuasa hukum, Secarpiandy, dan dikawal dua orang polisi.
"Saya dipaksakan dijebak oleh Kepolisian. Ya dari mana datangnya barang gitu coba, tanya polisi. Cuma karena saya seorang pesakitan, saya seorang pemakai, dijadikanlah ajang naik pangkat untuk mereka!" ujarnya keras.
"Alamatnya betul, tapi namanya lain. Coba untuk apa? Kalau mau tangkap yang pertama lah yang ngirim itu siapa. Kan teknologi sekarang sudah canggih. Di situ kan ada nomornya, lacak lah," ungkapnya.
Meski kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, Ibra tetap menolak jika dirinyalah yang dikirimi narkoba.
"Saya minta hukum ditegakkan. Saya dipukul sama rata gitu lho. Saya juga manusia biasa juga. Nama besar saya dijadikan ajang naik pangkat buat mereka. Saya nggak rela dunia akhirat. Coba bayangin, cuma 3 gram. Kalau saya mau, satu miliar, buat apa 3 gram!" katanya emosi sambil menggebrak meja.
"Alamatnya betul, tapi namanya lain. Coba untuk apa? Kalau mau tangkap yang pertama lah yang ngirim itu siapa. Kan teknologi sekarang sudah canggih. Di situ kan ada nomornya, lacak lah," jelas Ibra yang masih tampak kecewa dengan tuduhan yang didakwakan padanya.
Ibra yang sedang sakit diare ini meminta keadilan pada pihak yang berwajib.
Ibra bersama Secarpiandy menunggu pengalihan berkas dari kepolisian ke Kejaksaan.
Ibra bersama Secarpiandy menunggu pengalihan berkas dari kepolisian ke Kejaksaan.
Yusrin Nicoriawan selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat di kantornya, Kamis (11/11) siang menjelaskan bahwa kali ini Ibra tidak mendapat keringanan dalam masa hukumannya lagi.
Ibra usai menyerahkan berkas kepolisian harus tetap menunggu jeda dari BAP ke persidangan maksimal 60 hari.
Menurut peraturan yang berlaku, adik kandung Ayu Azhari tersebut akan dibawa ke Salemba sembari menunggu proses hukum. (kpl/buj/boo)
↑