Pernah Hidup Susah Jadi Kurir Sabu Hingga Anjelo, Intip 9 Potret Rumah Baru Marshel Widianto Seharga 1 M - Sediakan Wadah Belajar Untuk Anak Pinggiran

Selasa, 23 November 2021 08:40
Pernah Hidup Susah Jadi Kurir Sabu Hingga Anjelo, Intip 9 Potret Rumah Baru Marshel Widianto Seharga 1 M - Sediakan Wadah Belajar Untuk Anak Pinggiran

Kesuksesan Marcel Widianto sebagai seorang stand up comedian membuat pria 25 tahun ini mampu membeli rumah megah seharga 1 M dengan luas tanah 120 meter persegi.

Stand up comedian Marshel Widianto memetik buah manis perjuangannya selama ini dengan membeli sebuah rumah mewah. Alih-alih untuk ditinggali, hunian dua lantai ini justru difungsikan sebagai kantor untuk mewadahi anak-anak yang mengalami fase-fase sulit seperti dirinya dulu, mulai dari dikucilkan dari lingkungan hingga bermasalah dengan keluarga. Intip tampilan rumahnya yuk.

Kesuksesan Marcel Widianto sebagai seorang stand up comedian membuat pria 25 tahun ini mampu membeli rumah megah seharga 1 M dengan luas tanah 120 meter persegi.
Baru dibeli, rumah ini masih belum memiliki banyak furnitur. Rencananya, rumah ini akan diisi perabotan secara bertahap oleh jebolan Stand Up Comedy Academy Musim 3 tersebut.
Meski demikian, rumah yang mewadahi anak-anak 'Lelah Miskin Project' dan 'Kanak Kiri Berkah' ini sudah mulai difungsikan sebagai tempat belajar mereka.
Marshel yang berencana beli rumah lagi untuk tempat tinggal tetap menyediakan kamar tidur di rumah ini. Karena belum diisi furniture, Marshel biasa tidur beralaskan kasur lipat.
Tapi jangan salah, kamar ini menyimpan koleksi sepatu mahal seharga puluhan juta rupiah milik Marshel yang juga menyimpan uang tunai jutaan rupiah di ruangan yang sama.
Lantai dua rumah baru Marshel benar-benar difungsikan sebagai zona berkarya. Mulai dari studio podcast, kamar belajar, hingga ruangan servis gadget pun ada di sini.
Dengan menyediakan wadah untuk anak-anak seperti dirinya dulu yang sempat harus bekerja sebagai pengantar-jemput PSK, Marshel berharap bisa memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi mereka.
Nggak main-main, Marshel sendiri merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk merenovasi dan membeli perlengkapan yang bisa dipakai oleh anak-anak asuhannya.
Untuk ruang podcast, Marshel mengaku menghabiskan dana sekitar 65 juta. Sementara itu, ruang editor yang dilengkapi beberapa unit komputer membutuhkan dana sekitar 375 juta.
Klik di sini untuk lihat foto-fotonya!