Shahnaz Haque-Dik Doank di Tupperware Children Helping Child 2011

Tupperware menyelenggarakan sebuah acara untuk mendukung pendidikan anak bangsa. Acara tersebut bertajuk Tupperware Children Helping Children 2011, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/3) sore.

Tupperware menyelenggarakan sebuah acara untuk mendukung pendidikan anak bangsa. Acara tersebut bertajuk Tupperware Children Helping Children 2011, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/3) sore.

Tupperware menyelenggarakan sebuah acara untuk mendukung pendidikan anak bangsa. Acara tersebut bertajuk Tupperware Children Helping Children 2011, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/3) sore.
Dalam acara ini, Anak-anak diberi kesempatan untuk menampilkan buah kreativitas mereka di atas panggung.
Tarian 'dolanan' seperti ini sudah jarang sekali dimainkan oleh anak-anak, terutama anak-anak di kota besar.
Paduan tarian serta iringan musik membuat penampilan anak-anak ini makin mantap.
Dengan melestarikan tarian-tarian tradisional, tentunya anak-anak ini menjadi makin cinta dengan budaya Indonesia.
Shahnaz Haque, menemani Dik Doank dengan turut hadir dalam acara tersebut.
Melalui acara ini, diharapkan anak-anak Indonesia menjadi lebih peduli terhadap sesamanya yang kurang beruntung.
Dalam acara tersebut juga diluncurkan sebuah buku untuk pendidikan anak-anak Indonesia.
Ini adalah tahun ke-6 Tupperware mengadakan acara seperti ini.
Acara ini berorientasi pada filosofi Tupperware Indonesia, Caring and Sharing (saling membantu dan berbagi).
Dik Doank, aktivis pemerhati anak tentu tak mau ketinggalan ikut berpartisipasi dalam acara sejenis ini.
Aktif dalam mengikuti dunia pendidikan anak, Dik Doank juga memerdekakan anak-anaknya untuk berpikir dan bertidak.
Ia tak membatasi pola pikir anaknya, namun tetap membawa tunbuh kembang sang anak dalam doa.
Sosok Dik Doank punya banyak penggemar rupanya.
Dalam mendidik sang anak, Dik memposisikan diri sebagai sahabat sang anak.
Shahnaz, tak perlu diragukan lagi, adalah sososk yang begitu perhatian kepada anak-anak.
Lantaran khawatir dengan tumbuh kembang sang anak, ia memindahkan kedua anaknya dari sekolah internasional ke sekolah negeri. Sebab, anaknya tak tahu lagu Indonesia Raya.
Menurutnya, sejarah bangsa adalah pelajaran penting yang perlu diberikan kepada anak-anak.
↑