Merasa Diperbudak Selama 13 Tahun, Britney Spears Bongkar 9 Fakta Mengejutkan dalam Hidupnya

Kamis, 24 Juni 2021 17:53
Merasa Diperbudak Selama 13 Tahun, Britney Spears Bongkar 9 Fakta Mengejutkan dalam Hidupnya

Berbicara untuk pertama kalinya di pengadilan terbuka pada kasus ini, Britney Spears mengaku ayah kandungnya dan semua pihak yang terlibat dalam conservatorship ini sudah membuatnya hidup seperti budak selama 13 tahun terakhir.

Persidangan terkait kasus conservatorship di antara Britney Spears dan ayahnya kembali ramai diperbincangkan dunia. Bukan tanpa alasan, itu semua gara-gara pengakuan mengejutkan Britney yang merasa dirinya sudah diperbudak selama 13 tahun terakhir. Lantas, apa saja fakta-fakta mengejutkan yang disampaikan Britney di depan meja hijau? Simak selengkapnya di sini!

Berbicara untuk pertama kalinya di pengadilan terbuka pada kasus ini, Britney Spears mengaku ayah kandungnya dan semua pihak yang terlibat dalam conservatorship ini sudah membuatnya hidup seperti budak selama 13 tahun terakhir.
Merasa dirinya berhak menjalani hidup dengan layak, Britney ini segera mengakhiri conservatorship tanpa perlu dievaluasi lebih lanjut. "Aku benar-benar yakin kalau conservatorship ini sangat kejam. Aku ingin hidupku kembali," tuturnya.
Tidak hanya dipaksa untuk bekerja keras, Britney juga mengaku pernah dipaksa untuk menelan obat lithium yang pada akhirnya membuat dia teler setelah latihan untuk konsernya di Vegas tahun 2019 silam. "Aku di sini bukan untuk menjadi budak siapapun. Aku berhak menolak satu gerakan dance," tutur Britney mengingat momen saat dirinya dipaksa minum lithium.
Lebih lanjut, Britney juga membongkar fakta kalau sang ayah pernah memaksanya masuk rumah sakit jiwa hanya karena ia gagal mengikuti beberapa psikotest di tahun 2019 lalu. "Aku menangis di telepon selama satu jam, dan dia (ayahku) menyukainya setiap menit momen itu," katanya.
Selama 13 tahun terakhir, Britney merasa hidupnya benar-benar diawasi. Terbukti, ia bahkan tak bisa mengganti bajunya sendiri di tempat tertutup karena para suster selalu mengawasi gerak-geriknya.
Yang lebih parahnya lagi, Britney juga dipaksa untuk memasang alat KB untuk mencegah kehamilan. Semua hak dan keinginannya dibatasi, pelantun tembang Toxic itu menyamakan dirinya sebagai korban perdagangan wanita karena sudah dieksploitasi di luar keinginan dan tak bisa menikmati hasil jerih payahnya sendiri.
Britney juga menyebutkan kalau kehidupan asmaranya dengan Sam Asghari juga sangat dikontrol dan dilarang untuk menikah serta punya momongan. "Aku hanya ingin memiliki keuanganku sendiri, dan mengakhiri semua (conservatorship) ini, aku juga ingin pacarku bisa mengantarkanku dengan mobilnya sendiri," tambah Britney.
Merasa sudah dieksploitasi dan tidak punya satu pun orang yang bisa dipercaya, Britney akhirnya menuntut agar sang ayah, keluarga, dan semua orang yang terlibat untuk diproses sesuai hukum dan mendekam di penjara.
Pengakuan mengejutkan Britney ini pada akhirnya memancing reaksi #FreeBritney yang datang dari kalangan artis Hollywood seperti Mariah Carey, Halsey, Khloe Kardashian, hingga sang mantan, Justin Timberlake. Lewat akun Twitter-nya, Justin menuliskan, ""Tak ada satupun wanita yang boleh dilarang membuat keputusan atas tubuhnya sendiri. Tak ada seorang pun yang berhak diatur di luar kehendak mereka, atau mengakses semua hasil kerja keras seseorang tanpa izin."
Klik foto-fotonya di sini!