Adaptasi dari AU Fans NCT, Sederet Fakta Series 'DIKTA DAN HUKUM' yang Jadi Kontroversi di Antara Fans

Rabu, 01 Desember 2021 13:22
Adaptasi dari AU Fans NCT, Sederet Fakta Series 'DIKTA DAN HUKUM' yang Jadi Kontroversi di Antara Fans

Salah satu pemeran dalam series ini yakni aktris yang memang sudah terkenal dengan akting yang luar biasa. Natasha wilona didapuk menjadi Nadhira yang mana ia harus memerankan seorang gadis SMA. Ia juga rela memotong rambut panjangnya agar terlihat lebih muda dan pas menjadi seorang anak SMA.

Baru-baru ini jagat dunia maya sedang dihebohkan dengan series baru dari platform WeTV yang berjudul Dikta dan Hukum. Banyak sekali yang menunggu dan penasaran dengan bagaimana visualisasi dari AU karya Dhia'an Farah. Namun, tak hanya yang menunggu, banyak juga yang kecewa karena terdapat nama dari member NCT yang digunakan untuk salah satu karakter dari series tersebut. Lalu, apa saja sih fakta dibalik series ini? Yuk intip! Ditulis Oleh: Andre'an Adhe Prastyo

Salah satu pemeran dalam series ini yakni aktris yang memang sudah terkenal dengan akting yang luar biasa. Natasha wilona didapuk menjadi Nadhira yang mana ia harus memerankan seorang gadis SMA. Ia juga rela memotong rambut panjangnya agar terlihat lebih muda dan pas menjadi seorang anak SMA.
Ajil Ditto dalam series ini menjadi pemeran utama yakni Dikta. Ajil Ditto pun banyak menjadi sorotan netizen saat dirinya mendapatkan peran ini. Hal ini dikarenakan dalam kisah tersebut, penulis menggambarkan karater tersebut dengan Doyoung NCT.
Tak hanya Ajil ditto dan Natasha Wilona, Disini Yoriko Angeline juga didapuk menjadi Alea yang merupakan mantan dari pemeran utama yakni Dikta.
Abun sungkar dalam series ini memerankan tokoh Jeno. Perannya dalam series ini menuai banyak respon dari penggemar NCT atau yang biasa disebut NCTZen, pasalnya Jeno merupakan salah satu member dari NCT.
Para penggemar NCT bereaksi, mereka yakni NCTZen meminta agar karater dari Jeno diganti namanya. Mereka tidak menerima bukan tanpa alasan, NCTZen merasa tidak terima karena nama Jeno dipakai tanpa izin untuk sebuah projek besar.
NCTZen merasa bahwa Jeno sendiri bukanlah hanya sekedar nama, melainkan sudah menjadi suatu brand yang mana Jeno sendiri juga masih dibawah asuhan SM Entertainment. Menurut mereka tidak etis rasanya nama Jeno digunakan untuk keuntungan pribadi.
Web Series ini akan memulai proses syutingnya dengan sutradara bernama Hadrah Daeng Ratu. Dan, akan dijadwalkan tayang pada tahun 2022 di platform WeTV.
Pada pukul 12.30 WIB melalui akun twitter penulis yakni ara. Penulis dan juga penerbit novel Dikta dan Hukum yakni Loveable Group meminta maaf atas kesalahan dan juga kegaduhan yang telah terjadi terkait dengan penggunaan nama Jeno.