Kisah Cinta Princess Mako dan Kei Komuro, Rela Lepas Status Anggota Kerajaan Jepang Demi Menikah dengan Pria Biasa

Kamis, 07 Oktober 2021 08:31
Kisah Cinta Princess Mako dan Kei Komuro, Rela Lepas Status Anggota Kerajaan Jepang Demi Menikah dengan Pria Biasa

Princess Mako bertemu dengan Kei Komuro saat keduanya sama-sama berkuliah di International Christian University Tokyo di 2012. Keduanya mengumumkan rencana pertunangan di depan pers pada tahun 2017. Saat itu, Princess Mako menyebut Kei Komuro sebagai sosok yang selalu memberinya semangat. Ia juga menjelaskan pertama kali tertarik dengan senyum Kei Komuro yang menurutnya cerah seperti matahari, seperti dilansir dari NHK.

Princess Mako yang berusia 30 tahun adalah cucu dari mantan Kaisar Jepang, Akihito. Dia adalah putri pertama dari Putra Mahkota Jepang, Akishino, serta keponakan dari Kaisar saat ini, Haruhito. Princess Mako menjadi sorotan karena sebentar lagi dia akan menikah dengan sang kekasih yang merupakan orang biasa, Kei Komuro. Oleh karena itu, Princess Mako harus melepas status royalnya. Berikut ini cerita singkatnya.

Princess Mako bertemu dengan Kei Komuro saat keduanya sama-sama berkuliah di International Christian University Tokyo di 2012. Keduanya mengumumkan rencana pertunangan di depan pers pada tahun 2017. Saat itu, Princess Mako menyebut Kei Komuro sebagai sosok yang selalu memberinya semangat. Ia juga menjelaskan pertama kali tertarik dengan senyum Kei Komuro yang menurutnya cerah seperti matahari, seperti dilansir dari NHK.
Namun tahun 2018, pihak Imperial Household Agency mengumumkan kalau pertunangan Princess Mako tertunda. Kemudian beredar kabar, kalau keluarga Kei Komuro mengalami masalah keuangan. Ibu Kei Komuro disebut punya hutang sekitar $ 36 ribu (lebih dari Rp 512 juta) kepada seorang pria yang disebut sebagai tunangan dari ibunda Komuro. Hal ini pun menjadi kritikan publik meskipun dibantah kalau tertundanya karena masalah ini.
Di tengah isu tersebut, Kei Komuro ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studinya di bidang hukum. Meski banyak yang meragukan kalau Kei Komuro dan Princess Mako masih pacaran, tapi semua itu terbantahkan. Princess Mako disebut selalu berkomunikasi dengan Kei selama masa LDR.
November 2021, Princess Mako yang bergelar master di Ilmu Seni Museum dan Galeri, memberikan pernyataan: "Bagi kami, masing-masing tak tergantikan dan kami bisa saling mendukung di saat suka dan duka. Pernikahan adalah pilihan yang kami butuhkan untuk hidup, menjaga hati kami."
Kei Komuro lalu memberikan pernyataan April 2021, untuk menjelaskan masalah keluarganya. Kei bilang kalau mantan tunangan ibunya memang tiba-tiba mengirimkan surat untuk menagih hutang. Kei menyatakan dia bersedia menyelesaikan masalah tersebut, dan merasa mungkin itu diperlukan untuk membalas kebaikan mantan tunangan sang ibu.
Terkait pernikahan Princess Mako, Profesor Emeritus Akagi Osamu dari Osaka University of Foreign Studies yang juga teman keluarga royal Jepang memberikan pernyataan. "Semua anggota keluarga, termasuk Putra Mahkota Akishini dan Princess Kiko (ibu Princess Mako), berada dalam masalah besar. Princess Mako bekerja keras dan akhirnya mengambil keputusan untuk menikaj dan jadi orang biasa, setelah mempertimbangkan antara tanggung jawab sebagai anggota Imperial Family dan keinginannya."
Pada tanggal 1 Oktober 2021, Imperial Househol Agency mengumumkan kalau Princess Mako didiagnosis complex post-traumatic stress disorder akibat tekanan dari publik dan media. Ia pun diharapkan bisa segera sembuh agar pernikahannya bisa menghentikan komentar buruk untuknya dan Kei Komuro serta keluarga mereka.
Seperti disebutkan sebelumnya, karena menikah dengan orang biasa (bukan dari kalangan bangsawan), Princess Mako harus melepas gelarnya sebagai anggota Imperial Family. Dalam peraturan Jepang, wanita anggota imperial family memang harus melepas status royalnya jika menikah dengan orang biasa. Hal tersebut tidak berlaku kepada pria anggota royal family Jepang. Gara-gara ini, Princess Mako dan Kei Komuro disebut sebagai Meghan Markle dan Prince Harry-nya Jepang oleh BBC News.
Princess Mako disebut juga rela tidak mendapat 150 juta yen (lebih dari Rp 18,5 miliar) yang biasanya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan yang keluar dari imperial family. Pernikahannya juga disebut tidak akan berlangsung sesuai ritual keluarga kerajaan. Pernikahan yang berlangsung pada 26 Oktober mendatang (tanggal baik menurut Buddha) disebut cuma akan dilaporkan kepada pihak catatan sipil Jepang.
Beberapa waktu lalu penampilan Kei Komuro ketika tiba di bandara Jepang mendadak mendapat perhatian media. Yang juga menjadi sorotan adalah rambut panjangnya yang diikat rapi. Setelah tiba, Kei Komuro harus menjalani karantina menjelang pernikahannya dengan Princess Mako.
Setelah pernikahan, Princess Mako dilaporkan akan ikut sang suami tinggal di Amerika Serikat. Kei Komuro sudah mendapat pekerjaan di sebuah firma hukum di negara tersebut. Tentunya setelah Princess Mako mendapat paspor dan visa.
Gimana nih komentar KLovers terkait pernikahan Princess Mako dengan orang biasa?
Klik di sini untuk melihat foto dan informasi selebritis lainnya!