Tuai Kritikan Hingga Masuk Media Korea! Pihak Penerbit Minta Maaf Usai Diduga Pelanggaran Hak Cipta, Nama Jeno NCT DREAM Digunakan Dalam Series 'DIKTA DAN HUKUM'

Jum'at, 03 Desember 2021 08:00
Tuai Kritikan Hingga Masuk Media Korea! Pihak Penerbit Minta Maaf Usai Diduga Pelanggaran Hak Cipta, Nama Jeno NCT DREAM Digunakan Dalam Series 'DIKTA DAN HUKUM'

Para penggemar K-Pop dibuat kecewa karena serial cerita yang akan diadaptasi dalam series televisi Indonesia ini tetap menggunakan karakter nama idol Jeno dalam serial tersebut. 

Serial DIKTA DAN HUKUM beberapa waktu lalu mendadak ramai dibicarakan di berbagai sosial media karena menggunakan salah satu nama idol Korea Selatan sebagai pemeran dalam series tersebut. Nama Jeno member NCT yang juga tergabung dalam sub-unit NCT DREAM menjadi trending topic di platform Twitter setelah salah satu media Korea Selatan turut memberitakan permasalahan penggunaan nama secara ilegal dan tanpa izin dari pihak SM Entertainment.  Simak informasi selengkapnya berita kontroversi penggunaan nama Jeno NCT yang digunakan dalam serial DIKTA DAN HUKUM di sini.   Ditulis oleh: Satya Trisnasari

Para penggemar K-Pop dibuat kecewa karena serial cerita yang akan diadaptasi dalam series televisi Indonesia ini tetap menggunakan karakter nama idol Jeno dalam serial tersebut. 
Diketahui serial DIKTA DAN HUKUM merupakan adaptasi dari karya Wattpad yang dibuat oleh Dhia'an Farah. Hingga kini cerita tersebut semakin populer hingga pada akhirnya diterbitkan menjadi sebuah novel.
Salah satu sutradara Hadrah Daeng Ratu, tertarik untuk menjadikan novel tersebut sebagai serial Indonesia. Nama karakter lain pun telah dirombak karena merupakan nama idol Korea Selatan, namun hanya karakter Jeno yang dibiarkan tetap seperti aslinya. Hal ini menjadi sorotan ketika serial dan para pemain mengadakan konferensi pers di depan publik. 
Penggemar Jeno pun tak terima hingga permasalahan ini menjadi trending topic di Twitter. Penggemar memperdebatkan apakah hal tersebut tidak masuk tindakan ilegal karena menggunakan nama tanpa izin. Penggemar beranggapan bahwa nama Jeno sendiri bukan hanya nama idol namun juga merek lelaki yang tergabung dalam grup NCT DREAM tersebut sebagai mereknya dalam dunia hiburan Korea Selatan.
Permasalahan ini pun ternyata menyebar dan terdengar sampai ke negeri gingseng Korea Selatan. Salah satu media populer Koreaboo turut membagikan berita kontroversi penggunaan nama ilegal karakter Jeno di serial Indonesia. Koreaboo merupakan media populer yang membagikan berita Korea Selatan dan tentu saja hal tersebut juga terkenal di kalangan penggemar K-Pop.
Sebenarnya karya fiksi penggemar atau fan fiction merupakan hal yang lumrah dan banyak diciptakan penggemar di berbagai media untuk hanya sekedar membagikan karya mereka. Namun hal tersebut menjadi permasalahan jika karya tersebut akan diproduksi dan menjadi karya komersial sebuah film atau serial di televisi. 
Pihak penerbit dan penulis pun akhirnya menyebutkan permintaan maaf terkait dugaan penggunaan ilegal nama Jeno NCT DREAM pada Rabu (1/12)."Penerbit dan penulis meminta maaf atas ketidaknyamanan ini karena kami tidak bisa membuat pernyataan tanpa seizin pihak yang sudah mengadaptasi buku Dikta & Hukum ini ke sinematografi, maka kami butuh waktu untuk solusinya," Tulis penerbit Loveable Group dalam akun Twitter @Loveableous
Sampai sekarang belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak produksi sinematografi web series DIKTA DAN HUKUM.