Ichwan Persada

Ichwan lahir dan besar di Makassar. Saat ini namanya dikenal sebagai reviewer, sutradara dan produser film.

 

Sejak kecil, Ichwan telah jatuh cinta pada dunia film. Ketika kelas 3 SD dan masih tinggal di Mamasa, Sulawesi Barat, ia sering meminta ayahnya untuk dibelikan sebuah majalah film. Ia juga sering mengajak ayahnya untuk nonton film di bioskop satu-satunya di Mamasa. Tak hanya menonton, Ichwan kecil sudah serius memperhatikan semua komponen film secara detail. Setiap selesai menonton film, ia selalu menulis resensi atau mereview film tersebut.

 

Kebiasaannya menulis resensi terus belanjut hingga Ichwan duduk di sekolah menengah. Saat itu ia melanjutkan sekolah ke SMA 2 Makassar lalu ke Fakultas Kedokteran Unhas. Selama di Makasar, ia mewajibkan dirinya untuk nonton film di bioskop minimal seminggu dua kali. Nama Ichwan juga sudah mulai dikenal di media lokal sebagai reviwer film ternama.

 

KARIR
Semasa kuliah, Ichwan bekerja sambilan di beberapa radio Makassar seperti Sonata, Telstar, dan Programa 2 RRI. Tahun 2003 ia bekerja di sebuah perusahaan jasa telekomunikasi. Di sini Ichwan menemukan jalan untuk mendalami manajemen produksi film. Ia kemudian mendirikan EO bernama Freehand Communication yang bergerak di bidang promosi film.

Ichwan kemudian memberanikan diri untuk menelpon SinemArt yang baru saja memproduksi film MENGEJAR MATAHARI. Ia juga menghubungi Jose Purnomo Films yang memproduksi film TAK BIASA. Kepada kedua rumah produksi tersebut Ichwan menawarkan jasa promosi film di Makasar secara cuma-cuma. Melihat antusiasme Freehand Communication, kedua rumah produksi tersebut menerima tawaran baik mereka. Namun mungkin karena masih baru dan terlihat meragukan, kedua rumah produksi tersebut hanya mengirimkan poster dan merchandise untuk dibagikan. 

 


Berbekal pengalaman tersebut, Ichwan tidak patah arang. Dalam pendekatan klien berikutnya, Ichwan mulai menetapkan harga. Ketika film BROWNIES baru beredar, Ichwan kembali menawarkan jasanya. Hasilnya, film BROWNIES beredar di Makassar dan honor yang diterima Freehand Communication pun semakin berlipat.

 

Tahun 2005, Ichwan memutuskan untuk merantau ke Jakarta atas dorongan Angga Sasongko dan Salman Aristo untuk menjadi co-producer  dalam film berjudul FOTO, KOTAK DAN JENDELA. Film yang dibintangi oleh Christian Sugiono, Vino G Bastian dan Jajang C Noer ini beredar dari satu festival film ke festival film lainnya, seperti Jogja Netpac, JIFFest hingga Singapore International Film Festival.  

 

Selama di Jakarta, Ichwan memboyong Freehand Communication ke Jakarta. Sebuah usaha yang tidak mudah karena persaingan promotor film di Jakarta sangat ketat. Berbekal  kerja keras dan jaringan yang terbina cukup baik, tak butuh waktu lama, Freehand Communication pun mengukuhkan diri sebagai salah satu promotor film terbaik di Jakarta. Hingga saat ini, lebih dari 30 judul film yang telah ditangani oleh Freehand Communication dengan hasil yang memuaskan.  

 

Selain menjadi promotor film, Ichwan juga mencoba bidang lain yaitu menjadi penulis skenario FTV. Ia juga masih menekuni hobi lamanya yaitu menulis review film yang sering dimuat di media massa nasional.
 

Tahun 2010, Ichwan mencoba terjun sebagai produser film layar lebar. Film pertama yang ia produseri adalah MENJEMPUT IMPIAN yang diangkat dari kisah nyata seorang manajer sepakbola perempuan bernama Diza Ali. Tahun 2012, film ini berganti judul dengan KALAU KAU INDONESIA, TEPUK DADA!.

 

Tahun 2012, Ichwan disibukkan dengan rencana produksi 2 judul film lainnya dengan genre yang berbeda-beda. Film beirkutnya adalah ORENJI yang bercerita seputar kisah mahasiswa Indonesia di Jepang, lalu film ketiga adalah sebuah drama romantis berjudul SEJOLI. Dalam film SEJOLI, ia akan bekerja sama dengan Fajar Nugross, sutradara muda yang menggarap CINTA DI BELAKANG SAKU CELANA dan co-director TENDANGAN DARI LANGIT.

 

FILMOGRAFI
Sebagai Produser
BATAS (2011)
ORENJI (2012)
KALAU KAU INDONESIA, TEPUK DADA! (2012)
SEJOLI (2012)

 

 

Lebih Lengkap