Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

10 Fakta Seputar Dunia Host Alias Pria Penghibur Kelab Malam di Jepang yang Tak Kalian Ketahui

Senin, 24 Agustus 2020 20:30 WIB
10 Fakta Seputar Dunia Host Alias Pria Penghibur Kelab Malam di Jepang yang Tak Kalian Ketahui
Akaya Kunugi / Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Selain dikenal karena industri film panas, Jepang juga punya dunia host kelab malam yang begitu populer. Host adalah pria / wanita penghibur yang bekerja di sebuah kelab malam untuk menemani para pelanggan. Mereka juga bisa disewa untuk jadi pacar.

Dari beberapa kota bagian, Tokyo, tepatnya Kabuki-cho, merupakan salah satu distrik penyedia layanan host kelab malam yang terbesar di Jepang. Sebagian besar para pelanggan yang datang adalah para pekerja atau gadis kuliahan yang sedang merasa kesepian dan ingin dihibur oleh para pria tampan.

Salah satu faktor utama untuk jadi host populer tentunya adalah penampilan yang menarik. Dengan begitu, para pelanggan bakal tertarik untuk menggunakan jasanya dan rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli minuman atau menu lainnya di kelab tersebut.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

Beberapa waktu lalu, channel Youtube Asian Boss melakukan sebuah wawancara eksklusif dengan salah satu host paling populer di Jepang bernama Akaya Kunugi. Dari situ, berbagai fakta menarik pun terkuak mengenai dunia host kelab malam yang jarang kalian ketahui. Apa saja? Simak daftarnya berikut..

1. Host Pria Nomor 1 di Jepang

Gambar

Pada saat interview tersebut berlangsung, Akaya merupakan host paling populer di Jepang. Penjualan yang dihasilkannya tiap bulan selalu berada di angka rata-rata. Bahkan, wajahnya juga terpampang di berbagai megatron jalanan di distrik Kabuki-cho.

"Namaku Akaya Kunugi. Aku adalah seorang host professional. Aku bekerja di sebuah kelab house bernama Acqua Group dan aku bekerja di cabang utamanya. Kelab host ini adalah yang terbesar di Kabuki-cho, yang berarti juga paling besar di Jepang. Jadi aku sangat bangga bekerja di sini," ungkap Akaya.

2. Tugas Utama Seorang Host

Mungkin beberapa dari kalian berpikir jika pekerjaan sebagai host atau pria penghibur itu sebuah hal yang negatif. Namun apa sih sebenarnya yang dilakukan oleh para host tersebut dan para pelanggannya?

"Kita menghibur tamu, terutama para wanita sambil minum-minum. Kadang ada gadis-gadis yang merasa kesepian, jadi mereka merasa ingin dihibur oleh para pria. Mungkin kita tidak bisa benar-benar memenuhi apa yang mereka inginkan, tapi kita di sini untuk minum dan bersenang-senang," jelas Akaya.

3. Target yang Harus Didapat Para Host

Gambar

Selain menghibur para pelanggan, para host juga harus pintar-pintar untuk membujuk mereka untuk membeli minuman atau menu lainnya di kelab tersebut. Pasalnya, para host tersebut juga punya target penjualan per bulan yang angkanya cukup fantastis.

"Semua host punya peraturan, jika kamu tidak bisa menghasilkan US$ 4500 (setara Rp 65 juta) per bulan, kamu harus membersihkan kelab selama 2 atau 3 jam sebelum shiftmu mulai dan membersihkannya lagi setelah tutup," paparnya.

4. Penghasilan Utama dari Komisi

Usut punya usut, para host yang bekerja di kelab malam dibayar cukup rendah oleh perusahaan atau grup yang mempekerjakannya. Mereka bisa dapat uang berlimpah dari komisi atau tips yang diberikan oleh pelanggan langsung.

"Tidak dibayar per jam, semuanya dari hasil komisi. Bayaranku itu sehari US$ 18 (setara Rp 263 ribu) setelah potongan. Aku tahu itu memang ilegal, tapi aku punya mimpi. Aku bisa benar-benar dapat bayaran kalau aku kerja, bukan bersih-bersih. Dan menghasilkan US$ 4500 (Rp 65 juta) adalah misiku,"

5. Harus Punya Modal Uang

Dari cerita Akaya, diketahui pula jika para host diizinkan untuk bertukar nomor dengan pelanggan, lalu ngedate di luar pekerjaan. Namun tentunya semua pengeluaran di luar itu harus ditanggung sendiri oleh sang host. Akaya pun bercerita mengenai bagaimana dirinya bisa mulai jadi populer meski awalnya tak punya banyak modal.

"Ketika kamu tidak punya uang, kamu juga tak akan dapat pelanggan. Cowok kan selalu ingin terlihat keren di depan para gadis, tapi bagaimana jika seorang host berlagak keren dan berpura-pura jadi populer, tapi ketika diajak keluar oleh pelanggan mereka tak bisa membeli apa-apa? Karena itu aku mengubah cara pendekatanku pada pelanggan dan mulai jujur tentang diriku. Aku bilang pada mereka, 'Aku tidak punya uang. Aku yang paling tidak populer di sini'. Tapi ketika aku mulai terbuka, pelanggan malah jadi mendukungku. Sejak saat itu, penjualanku jadi meroket," kenang Akaya.

6. Website untuk Menilai Ranking Seluruh Host di Jepang

Gambar

Dalam industri ini, rupanya ada sebuah website yang merangkum semua hasil penjualan dari para host tiap bulannya. Dan dari situ, bisa ditentukan ranking para host dari yang paling populer dan sebaliknya.

"Itu agak berlebihan. Aku bukan host nomor 1 di Jepang, tapi lebih host nomor 1 di semua cabang Acqua Group di Jepang. Jadi ada sebuah website bernama 'HOSTxHOST' di mana semua host di kelab seluruh Jepang itu terdaftar. Di website tersebut, mereka selalu mengupdate hasil penjualan bulanan dari setiap host dan ada rankingnya," ungkap Akaya.

7. Layani Pelanggan Pria Juga

Sebagai host pria, tentunya sebagian besar pelanggan Akaya adalah perempuan. Namun ada pula beberapa kesempatan di mana Ia harus tetap melayani pelanggan pria, tentunya dengan cara pendekatan yang sedikit berbeda.

"Separuhnya adalah gadis kuliahan. Gadis-gadis yang bekerja di dunia malam juga datang ke sini. 99% dari mereka adalah perempuan, 1% sisanya laki-laki tapi yang hatinya cenderung feminin. Pernah ada seorang presiden perusahaan pria datang ke sini membawa banyak wanita. Jadi tugasku adalah untuk membuatnya terlihat keren. Kalau pelanggan regulerku ada sekitar 10 atau 15 tiap bulannya," lanjut Akaya.

8. Pajak Terbesar di Dunia

Gambar

Harga-harga menu yang disediakan di kelab malam Kabuki-cho sendiri bisa dibilang sangat mahal. Akaya pun membocorkan jika memang ada pajak penjualan yang sangat besar hingga mencapai 45%.

"Jumlah terkecil yang mereka habiskan biasanya US$ 300 (Rp 4,3 juta), yang terbanyak bisa sampai US$ 35 ribu (Rp 511 juta) sekali datang. Pajak di sini 45%, salah satu yang tertinggi di dunia," terang Akaya.

9. Para Host Selalu Berhubungan Seks dengan Pelanggan?

Pertanyaan yang mungkin paling bikin penasaran, apakah para host diizinkan untuk melakukan hubungan seks dengan para pelanggannya? Jawabannya boleh saja, asal memang dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Aku tak tahu jika seks selalu terlibat dalam dunia host, tapi yang pasti, para host bercinta dengan pelanggan hanya ketika mereka mau saja. Salah satu tugas kita adalah bertukar nomor dengan pelanggan. Jika semuanya sedang lancar, maka artinya gadis itu mau diajak keluar untuk kencan, lalu ketika dia jatuh hati padaku, maka aku bisa memintanya untuk berkunjung lagi ke kelab. Dari situlah kita bisa hidup," tutup Akaya.

 

10. Pengakuan Pelanggan Reguler Akaya

Gambar

Setelahnya, Asian Boss juga sempat melakukan wawancara dengan salah satu pelanggan reguler dari Akaya yang tak disebutkan namanya. Gadis tersebut blak-blakan mengaku jika Ia kini sering datang ke kelab hanya untuk menemui Akaya. Ia juga rela menghabiskan banyak uang demi bisa bersenang-senang bersama Akaya.

"Sekitar setahun lalu. Aku sedang jalan-jalan di Tokyo, lalu dia mengajakku datang. Sejak saat itu kita selalu berkomunikasi. Waktu itu dia sedang mencari pelanggan di jalanan. Aku benar-benar menikmati waktu bersamanya, dia juga ganteng dan lucu," ungkap gadis tersebut.

"Harga minuman champagne paling murah di sini US$ 700 (Rp 10 juta). Jika ditambah hiburan, maka bisa jadi jauh lebih mahal. Ketika dia jadi host nomor 1, aku membeli sebuah cognac botol besar yang harganya sekitar US$ 110 ribu (Rp 1,6 miliar)," tutupnya.

 

Topik Terkait