Belajar Memaknai Kehidupan dari 'My Brilliant Life', Novel yang Pernah Diangkat ke Layar Lebar Dibintangi Song Hye Kyo

Gogor Subyakto   | Kamis, 23 September 2021 17:16 WIB
Belajar Memaknai Kehidupan dari 'My Brilliant Life', Novel yang Pernah Diangkat ke Layar Lebar Dibintangi Song Hye Kyo
My Brillian Life. Credit: Penerbit Haru

Kapanlagi.com - Satu setengah tahun berlalu sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus Covid-19 sebagai pandemi dan masalah global. Sejak itu, kehidupan manusia pun berubah. Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dalam keadaan apa saja.

Virus itu tidak terlihat, sulit dihindari jika kita tidak menjaga diri dengan baik. Dari 213 juta kasus di dunia (26/08), 4 juta kasus di antaranya terjadi di Indonesia. Tercatat, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi.

Beberapa waktu lalu, sebuah video berlalu-lalang di media sosial. Video tersebut menampakkan situasi tempat pemakaman umum untuk korban Covid-19 di Rorotan, Jakarta. Banyak orang yang bereaksi atas keberadaan video ini.

Ada yang memilih untuk tidak menontonnya karena akan menimbulkan kegelisahan, ada juga yang karena video ini, menjadi merenung tentang kehidupan atau sisa usia yang bisa dijalani sebelum meninggalkan dunia ini.

My Brilliant Life (Penerbit Haru, September 2021) karya Kim Aeran adalah buku yang bisa memantik perenungan serupa.

1. My Brilliant Life

Buku karya penulis yang dijuluki keajaiban sastra Korea ini bercerita tentang seorang remaja bernama Areum yang tahu bahwa usianya tidak panjang. Dia menderita progeria, sebuah penyakit yang membuat seseorang bertumbuh lebih cepat dari usianya.

Areum berusia 17 tahun, tetapi tubuhnya seperti seorang kakek berusia 80 tahun. Karena dia tahu tak akan bisa hidup lama, dia berusaha memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin dengan melakukan hal-hal yang dia sukai, termasuk menyelesaikan tulisannya tentang kisah kedua orangtuanya.

Melalui tulisan itulah Areum menuangkan pikiran-pikirannya mengenai kedua orangtua-nya dan betapa bahagianya dia memiliki orangtua seperti mereka.

2. Sinopsis

Buku luar biasa pilihan Korean Culture and Arts Commission ini ditulis dengan sudut pandang Areum yang polos. Dia mengajak pembaca untuk lebih memaknai kehidupan.

Mungkin bagi Areum, dia tidak bisa melakukan semua hal yang ada di dunia karena keterbatasannya, tetapi dia mampu membuat hidupnya lebih bermakna untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Areum seperti mengajak kita hidup
dengan maksimal, dengan membahagiakan dan menyayangi orang-orang di sekitar kita.

Ada banyak alasan mengapa kita perlu merenungkan sisa usia kehidupan. Dalam perenungan itu, biasanya manusia akan memikirkan bagaimana hendak menjalani sisa hidup. Berbuat baik kepada semua orang, menciptakan suatu karya agar orang lain bisa mengenang melalui karya itu, membahagiakan orang-orang di sekitar, atau yang lain-lain.

Sebagai perenungan hidup, jika kau mengetahui sisa usiamu, apa yang akan kau lakukan agar hidupmu lebih bermakna?

 

Editor:   Gogor Subyakto