Dita Karang Ditanya Tentang Isu Rasisme dan Diskriminasi di Industri K-Pop, Ini Jawaban dan Pengalamannya

Mahardi Eka Putra   | Senin, 25 Mei 2020 06:28 WIB
Dita Karang Ditanya Tentang Isu Rasisme dan Diskriminasi di Industri K-Pop, Ini Jawaban dan Pengalamannya

Kapanlagi.com - Dian Sastro dan Dita Karang mengobrol dengan santai dalam sesi Instagram Live, Minggu (24/5). Banyak fakta baru terungkap mulai dari perjuangan Dita untuk bisa masuk sebagai trainee, rumor seputar ia datang dari keluarga berada, sampai yang banyak ditanyakan seputar keadaan Dita selama berada di Korea. 

Tak bisa dipungkiri, industri musik K-Pop masih lekat dengan isu-isu rasisme dan diskriminasi. Salah satu yang kerap kali digaungkan adalah pembedaan perlakuan managemen kepada orang-orang non Korea. Hal tersebut ternyata banyak ditanyakan oleh netizen yang turut bergabung dalam sesi wawancara Dian Sastro dan Dita Karang ini. 

Menjawab hal tersebut, Dita langsung berkaca pada pengalamannya sendiri. "Sejauh ini aku belum pernah merasakan hal itu. Sejujurnya. Mereka malah senang dengan warna kulit sawo matangku. Mereka bilang keep it that way. Personally selama ini kalau bertemu dengan talent-talent dari broadcasting company mereka juga biasa-biasa saja. Menurut aku juga juga biasa. Atau mungkin aku belum keluar lebih jauh lagi aku juga nggak ngerti," papar Dita.

Dita kini berada di naungan Vine Entertainment. Ia tergabung dalam girlband Secret Number yang personilnya berasal dari Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Mereka telah meluncurkan MV berjudul Who Dis. 

 

 

1 dari 6 halaman

1. Bahasa Adalah Kuncinya



Dari obrolan antara Dian dan Dita, mereka sepakat bahwa salah satu faktor yang membuat Dita bisa beradaptasi, membaur, dan bertahan untuk berkarir di Korea adalah kemampuannya dalam berbahasa. Dengan begitu ia bisa mengutarakan pendapatnya secara jelas serta mempertahankan argumen jika dibutuhkan. 

Dita juga meyakini bahwa niatannya untuk belajar tentang budaya Korea bisa menjadi bekal penting untuk berkarir di sana. "Aku ingin beraktivitas di Korea, jadi aku ingin menunjukkan kepada mereka bahwa aku sangat sangat tertarik dengan budaya mereka. Aku merasa mereka juga ga bakal membenciku karena menyukai budaya mereka," jelasnya. 
2 dari 6 halaman

2. Sebelum Dita, ada Cowok Ini yang Terjun ke K-Pop

 

Sebelum Dita ada |Edward Wen (Jihoon) dari grup 14U. Ia juga dikenal dengan nama panggung Loudi. Yap, cowok satu ini lah yang merupakan idol K-Pop pertama yang berasal dari Indonesia.

Edward Wen sendiri lahir dan besar di Yogyakarta. Pria kelahiran 13 April 1996 ini sendiri dikabarkan pergi ke Korea sekitar tahun 2014 lalu untuk pergi kuliah di Korea.

Melihat penampilan Loudi dalam video 14U Diary, penggemar bisa melihat kalau ia memang sudah jago banget berbahasa Korea. Nggak ketinggalan, cowok bergolongan darah O itu juga punya wajah yang ganteng nih.

Sejak diketahui sebagai orang Indonesia pertama yang bakal debut sebagai bintang Korea, Loudi mendapat banyak dukungan dari netizen Indonesia loh. Mereka juga menyatakan tak sabar melihat Loudi debut bersama 14U.

14U sendiri merupakan grup K-Pop baru beranggotakan 14 member di bawah naungan BG Entertainment. Mereka dijadwalkan akan debut di tahun 2017 ini, sedangkan saat ini para member sedang bersiap untuk konser pre-debut di Jepang.

3 dari 6 halaman

3. Belum Sempat Kontak

Sementara Dita sendiri adalah perempuan Indonesia pertama yang terjun sebagai idol K-Pop. Saat tahu bahwa ada pendahulunya yang terjun di industri K-Pop, Dita mengaku ingin bertemu. 

"Pengen hngobrol bertukar info. Aku pingin reach out dengan dia. Belum ada kesempatan ketemu. Lihat-lihat keadaan. Saat ini belum kenal. aku rasa dia masih aktif kerja di dunia ini," jelasnya. 
4 dari 6 halaman

4. Cerita Lucu di Korea

Cerita Lucu di Korea Instagram.com/therealdisastr
Terkait kenegaraannya dan tentunya bahasa, Dita ternyata punya pengalaman lucu yang sampai saat ini ia terus ingat. Meski fasih bahasa Korea dan juga Inggris, Dita tak bisa menghindar ketika logat dan aksen Jawa masih melekat pada dirinya. 

"Ada cerita lucu saat bikin iklan di music station aplikasi. Aku ga bisa monitor outputnya, ternyata suaraku sangat medhok. Bikin video obrolan pakai bahasa Indonesia. Waktu keluar aku kaget suaraku medhok kayak gitu," ceritanya sambil tertawa. 



5 dari 6 halaman

5. Kaget Dengar Suaranya Sendiri

Saat mendengar hasil akhir MV-nya, Dita mengaku kaget. Ia sendiri berhasil masuk sebagai trainee dan debutan karena skill menarinya, bukan karena suaranya. 

"Aku sendiri masuk bukan sebagai penyanyi. Mereka saat itu sedang perlu penari. Aku sendiri saat itu merasa punya lah skill menyanyi sedikit-sedikit," ceritanya.

Dengan keyakinan di awal, ia lantas serius mengasah kemampuan bernyanyinya dari para guru dan kelas-kelas yang ia dapat. Ia terus minta masukan terlebih ketika harus bernyanyi dalam bahasa Korea. jadi waktu

"Kemarin persiapan recording aku sampai sering tanya-tanya sudah seperti orang Korea belum. Terlepas dari itu, aku kaget ketika dapat banyak love (apresiasi positif) dari orang-orang," timpalnya. 
6 dari 6 halaman

6. Ingin Terus Berkembang

Ke depannya, Dita percaya masih banyak kesempatan bagi dirinya untuk mengembangkan diri sebagai idol K-Pop. Terlebih ia kini sudah berhasil melewati masa berat menjadi trainee dan sukses melakukan debut. 

"Aku masih ingin terus berkembang. Masih punya banyak ruang untuk improvement. Baru kali ini nyicip nyanyi. Tapi untuk lagu ini aku sudah melakukan yang terbaik. Aku ingat waktu latihan, rasanya kaya ngerap karena sambil nyanyi. Temponya cepet banget versenya," yakinnya. 

Dengan awal baik dan juga dukungan dari para fans, Dita punya banyak kesempatan terbentang di depan mata. Kita terus dukung dan ikuti perjalanan karirnya ya KLovers. 

(kpl/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra